Prodi AP Umsida Luncurkan Laboratorium Mini Desa dan Layanan Advokasi 'Gardu Publik'

Prodi AP Umsida Luncurkan Laboratorium Mini Desa dan Layanan Advokasi

SIDOARJO,BANGSAONLINE.com -Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) menggelar syukuran mempertahankan akreditasi Unggul sekaligus meluncurkan Laboratorium Governance dan Manajemen Pelayanan Publik (Mini Pemdes) serta Garda Advokasi dan Pengaduan Layanan Publik (Gardu Publik), Selasa (3/2/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium Governance dan Manajemen Pelayanan Publik Lantai 3 GKB 3 Kampus 1 Umsida.

Acara ini dihadiri dosen, mahasiswa, pimpinan Fakultas Bisnis, Hukum, dan Ilmu Sosial (FBHIS), serta mitra instansi pemerintahan.

Ketua Pusat Studi Administrasi Publik Umsida, Dr. Isnaini Rodiyah, M.Si., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat melaksanakan launching laboratorium. Capaian ini adalah buah dari kesabaran, doa, dan kerja keras bersama seluruh civitas akademika,” ujarnya dalam sambutan pembuka.

Isnaini menegaskan keberadaan laboratorium dan Gardu Publik tidak hanya sebagai fasilitas fisik. Ia menyebutkan, laboratorium dirancang sebagai ruang kolaborasi yang hidup antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat.

“Kami ingin laboratorium ini melahirkan teori dan karya yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, kemitraan dengan pemerintah dan lembaga publik sangat kami harapkan agar mampu menjadi dasar lahirnya rekomendasi kebijakan yang bermanfaat,” tegasnya.

Ketua Program Studi Administrasi Publik Umsida, Ilmi Usrotin Choiriyah, M.AP., menyebut peluncuran tersebut sebagai momentum penting bagi program studi.

Ia menyampaikan capaian tersebut diraih melalui kerja tim yang solid dan berkelanjutan.

“Dengan tim yang kecil namun solid, kami terus berkomitmen hingga akhirnya mampu meresmikan Laboratorium Governance dan Manajemen Pelayanan Publik. Laboratorium ini kami harapkan menjadi wadah pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan daerah,” tuturnya.

Ilmi menjelaskan laboratorium akan dioptimalkan untuk kegiatan praktikum dan simulasi.

Kegiatan tersebut meliputi penjaringan perangkat desa, pelatihan rekrutmen berbasis Computer Assisted Test (CAT), serta survei layanan publik.

“Mahasiswa akan dilibatkan langsung bersama dosen dan mitra agar memiliki pengalaman praktik tata kelola pemerintahan secara nyata,” imbuhnya.

Dekan FBHIS Umsida, Dr. Poppy Febriana, S.Sos., M.Med.Kom., memberikan apresiasi atas capaian Program Studi Administrasi Publik.

Ia menilai prodi tersebut memiliki karakter khas dengan kinerja yang konsisten dan berdampak.

“Prodi AP memiliki karakter khas, tidak hingar-bingar tetapi selalu menghadirkan wow factor lewat kinerjanya. Kehadiran GARDU PUBLIK menunjukkan komitmen besar untuk memperkuat kolaborasi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Wakil Rektor I Umsida, Prof. Dr. Hana Catur Wahyuni, S.T., M.T., turut mengucapkan selamat atas keberhasilan mempertahankan akreditasi Unggul.

Ia berharap capaian tersebut terus dikembangkan melalui aktivitas akademik yang produktif.

“Capaian ini perlu terus dikembangkan. Saya berharap laboratorium ini menjadi ruang interaksi akademik yang aktif serta sarana kolaborasi produktif bagi mahasiswa,” pesannya.

Sekretaris Program Studi Administrasi Publik Umsida, Hendra Sukmana, M.KP., menegaskan penguatan laboratorium dan GARDU PUBLIK merupakan bagian dari peta jalan pengembangan program studi.

“Kami ingin Prodi Administrasi Publik Umsida menjadi rujukan dalam pengembangan tata kelola dan pelayanan publik yang humanis dan inovatif, selaras dengan dinamika pemerintahan di era digital,” pungkasnya. (cat/van)