Suu Kyi Menang Pemilu Myanmar, Indonesia Ucapkan Selamat

Suu Kyi Menang Pemilu Myanmar, Indonesia Ucapkan Selamat Ketua Partai NLD, Aung San Suu Kyi memenangkan pemilu paling bersejarah di Myanmar. foto: reuters

Beberapa pihak menduga, militer sengaja memasukkan klausul tersebut untuk menjegal Suu Kyi menjadi presiden.

Selain militer yang siap melakukan kerja sama, Presiden Myanmar, Thein Sein, juga setuju bertemu dengan Aung San Suu Kyi menyusul kemenangan gemilang partai tersebut.

Kantor kepresiden tidak secara eksplisit menyebutkan kapan dan dimana pertemuan itu akan diadakan, namun presiden telah memberikan ucapan selamat kepada Suu Kyi dan partainya yang telah meraih sukses dalam pesta demokrasi tersebut.

"Kami akan menunggu hingga perhitungan suara selesai, selanjutnya mengagendakan pertemuan tersebut," ucap Zaw Htay, Direktur Kantor Kepresidenan.

Di sisi lain, Indonesia menyampaikan ucapan selamat kepada Pemerintah dan Rakyat Myanmar atas pelaksanaan pemilihan umum bersejarah yang berjalan lancar dan damai pada 8 November 2015.

Pernyataan tersebut disampaikan melalui rilis Kementerian Luar Negeri RI pada 11 November 2015.

“Indonesia terus mengikuti dengan seksama proses pemilihan umum di Myanmar dan mengharapkan agar semua pihak dapat menghormati hasil pemilihan umum tersebut yang merupakan cerminan dari pilihan rakyat Myanmar,” demikian pernyataan Kemenlu RI.

Lebih lanjut dikatakan, Pemerintah Indonesia mengharapkan hasil pemilihan umum tersebut akan dapat membuka lembaran baru bagi rakyat Myanmar dalam upaya untuk meneruskan proses reformasi, rekonsiliasi dan pembangunan serta terus menjaga semangat kebersamaan.

Seperti diketahui, Pemilu Myanmar yang berlangsung 8 November 2015 merupakan pemilu multipartai pertama sejak 1990. Meski hasil resmi belum diumumkan, namun Partai NLD, pimpinan Aung San Suu Kyi diperkirakan unggul. Pada pemilu 1990, partai NLD juga menang, namun hasilnya tidak diakui junta militer yang berkuasa.

The Asian Network for Free Elections atau ANFREL, jaringan pemantau pemilu di Asia menyambut positif pelaksanaan pemilihan umum di Myanmar. Lembaga ini menilai pelaksanaan pemilu di Myanmar kali ini lebih terbuka.

Secara spesifik, Mission Director ANFREL, Ichal Supriadi, mengapresiasi Union Election Commission atau Komisi Pemilihan Umum Myanmar, yang terbuka terhadap publik selama proses pemilu berlangsung. Keterbukaan itu terlihat dari banyaknya pemantau pemilu asing dan pemantau pemilu lokal yang mengawasi jalannya pemilu. Ichal menyatakan terdapat 800 pemantau pemilu asing dan 11.000 pemantau pemilu lokal yang mengawasi jalannya pemilu.

Selain itu, KPU Myanmar juga terbuka terhadap jurnalis asing maupun lokal. "Pemilu Myanmar kali ini memenuhi standar minimum pemilu internasional yang demokratis," kata Ichal seusai jumpa pers di Yangon, Myanmar. (detik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Ternyata 13 Oktober peringati Hari Kegagalan Sedunia':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO