Suasana sholawat dan pengajian di Dusaun Pandean, Kejapanan, Gempol, Pasuruan, dalam rangka memperingati isra' mi'raj. Foto: AHMAD FUAD/ BANGSAONLINE
Hal yang menarik, seluruh pendanaan acara besar ini murni berasal dari kantong warga sendiri. Pihak panitia menegaskan tidak menggunakan bantuan anggaran dari pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten.
"Niat kita sederhana, ikhlas, tidak ada kepentingan apapun dari pemerintah setempat," ungkap Tri mengenai kemandirian dana tersebut.
Senada dengan Tri, bendahara panitia, Widodo, merasa optimis bahwa kekompakan warga adalah modal utama yang lebih dari cukup untuk menggelar acara serupa di masa depan. Bahkan, ia berencana mengundang kiai yang tengah viral untuk tahun depan.
"Misal seperti Gus Iqdam atau kiai siapalah yang digemari oleh warga," tutur Widodo.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Dusun Pandean ingin membuktikan bahwa syiar agama tetap bisa berjalan maksimal tanpa harus menggantungkan diri pada bantuan pemerintah.
"Kita gak akan ngerepoti pemerintah, asal masyarakat kompak, ya langsung kita adakan yang lebih meriah," pungkas Widodo. (afa/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




