Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim (duduk di kursi) memberi pengarahan kepada para jemaah umrah Auva Amanatul Umnah sekaligus memimpin doa sesaat menjelang berangkat ke Masjidil Haram untuk thawaf dan sai di pelataran hotel di Makkah. Foto: Bangsaonline.
Kiai Asep menemui mereka di berbagai tempat atau daerah sekaligus memberikan santunan kepada keluarga 63 korban tersebut. Sebagian juga ada yang diundang ke kediaman Ning Imah, salah seorang putri Kiai Asep, di kawasan Pondok Pesantren Amanatul Ummah Jalan Siwalankerto Utara Surabaya.
Menurut Kiai Asep, pahalanya lebih besar lagi jika kita mengumrahkan orang tua.
"Kalau kita membadali umrah orang tua pahalanya 10 kali lipat. Jadi sama dangan umrah 10 kali," ujar putra pahlawan nasional KH Abdul Chalim Leuwimunding Majalengka Jawa Barat itu.
Karena itu Kiai Asep menganjurkan agar jemaah PT Auva untuk umrah kedua dan selanjutnya bukan umrah untuk dirinya, tapi umrah untuk orang tuanya atau saudaranya.
"Kalau membadali orang tua atau saudara tak perlu minta izin," tegas Kiai Asep.
Yang menarik, saat membimbing jemaah, Kiai Asep sangat sabar dan telaten.
Sedemikian sabarnya Kiai Asep sampai mengulang empat kali saat memimpin niat umrah karena ada jemaah yang telat.
"Karena ada jemaah yang baru datang kita ulang niat kita," ujar kiai miliarder tapi dermawan itu.
Tak lama kemudian, Kiai Asep mendapat laporan bahwa ada jemaah telat datang sehingga belum melakukan niat bersama.
"Kita ulang lagi sampai semua jemaah berniat umrah semua," ujarnya.
"Ya, kita memang harus sabar," kata Kiai Asep. (mma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




