Wagub Jatim, Emil Dardak, ketika menjenguk salah satu korban terdampak dugaan keracunan program MBG yang dirawat di RSUD Prof. dr. Soekandar, Kabupaten Mojokerto.
Ia menambahkan, pemerintah provinsi bersama Pemkab Mojokerto siap memberikan dukungan penuh terhadap upaya penyempurnaan program MBG. Ia juga memastikan seluruh biaya perawatan korban ditanggung pemerintah.
"Pemerintah provinsi dan Pemkab Mojokerto dalam posisi siap berikan dukungan terbaik kepada BGN untuk upaya penyempurnaan yang kita ikhtiarkan bersama-sama," ujarnya.
Para korban saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit di Mojokerto, termasuk RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari. Emil mengimbau masyarakat penerima MBG yang mengalami keluhan mual atau muntah agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma’had An Nur.
"Kami menghimbau seluas-luasnya dan meminta semua yang merasa ada keluhan mual muntah jangan ada yang ditahan, atau diabaikan atau hanya diobati di rumah saja, mohon segera lapor khawatirnya tidak maksimal perawatannya," paparnya.
Selain meninjau Posko Yankes, Emil juga menjenguk korban yang dirawat di RSUD Prof. dr. Soekandar. Sebelumnya, ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga di Mojokerto mengalami gejala mual, muntah, demam, dan diare usai menyantap MBG berupa soto ayam dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 pada Jumat (9/1/2026).
Emil turut mengapresiasi seluruh elemen di Kabupaten Mojokerto yang sigap merespons kejadian ini, termasuk pihak pesantren Ma’had An Nur yang 160 santrinya ikut terdampak.
"Kami mengapresiasi seluruh elemen yang ada di Kabupaten Mojokerto atas kebersamaan dan kecepatannya dalam menyikapi peristiwa ini. Pengasuh pondok pesantren juga memberikan kerja sama yang baik," ungkapnya. (dev/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




