“Tingginya pergerakan di stasiun tersebut berkaitan dengan lokasinya yang melayani kawasan dengan aktivitas perjalanan yang beragam serta keterhubungannya dengan perjalanan lanjutan di wilayah Jabodebek,” ungkapnya.
Salah satu faktor pendorong meningkatnya penggunaan LRT Jabodebek adalah integrasi antarmoda.
Menurut dia, jaringan LRT Jabodebek terhubung dengan KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, KA Bandara, MRT Jakarta, Transjakarta, serta berbagai moda transportasi lainnya.
Konektivitas ini memudahkan masyarakat berpindah antarmoda secara efisien dan menjangkau kawasan hunian dengan pusat-pusat aktivitas perkotaan, kawasan perkantoran, serta area komersial dan ruang publik,” jelas dia.
“LRT Jabodebek juga mendukung mobilitas perkotaan yang lebih tertib, efisien, dan ramah lingkungan,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






