Pengangkutan peti kemas KAI. Foto: KAI
BANGSAONLINE.com - KAI melaporkan volume peti kemas mencapai 1.371.036 ton pada triwulan I 2026. Angka tersebut naik 14,57 persen dibanding capaian periode sebelumnya sebesar 1.196.600 ton. VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut penguatan sistem logistik berbasis rel menjadi solusi nasional.
“Dengan volume logistik yang terus meningkat, dibutuhkan moda transportasi yang mampu mengangkut dalam skala besar secara konsisten. Kereta api menjadi salah satu opsi yang dapat dioptimalkan untuk mendukung distribusi nasional yang lebih efisien dan terstruktur,” ujarnya.
KAI mencatat kinerja ketepatan waktu keberangkatan angkutan barang mencapai 95,97 persen, sementara ketepatan kedatangan berada di level 91,77 persen. Angka ini meningkat dari realisasi sebelumnya yang hanya 95,89 persen untuk keberangkatan dan 87,04 persen untuk kedatangan.
Kapasitas daya angkut kereta kargo juga meningkat dari rata-rata 50 ton menjadi 70 ton per gerbong. Satu rangkaian kereta kini mampu menarik hingga 60 gerbong dengan total kapasitas 4.200 ton.
Upaya tersebut diharapkan mendukung efisiensi distribusi sekaligus mengurangi ketergantungan pada angkutan jalan raya.
Sementara itu, Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI, Wisnu Pramudya, menegaskan pentingnya integrasi jaringan kereta dengan kawasan industri dan pelabuhan.
“Ke depan, pengembangan logistik berbasis rel perlu didukung oleh integrasi jaringan, peningkatan kapasitas, serta sinergi dengan berbagai pihak. Dengan langkah tersebut, distribusi barang dapat berjalan lebih efisien dan mampu menjawab kebutuhan ekonomi yang terus berkembang,” katanya.
Pemerintah menargetkan pangsa pasar angkutan kargo perkeretaapian mencapai 15 persen pada 2030 sebagai bagian dari strategi menekan biaya logistik nasional yang masih tinggi. (rom)





