Petugas BPBD Surabaya saat mengevakuasi jasad pria misterius yang ditemukan terapung di sungai kawasan Barata Jaya
SURABAYA,BANGSAONLINE.com – Warga Barata Jaya, Kecamatan Gubeng digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran sungai depan Hotel Narita, Jalan Barata Jaya XVII, Jumat (12/6/2026) pagi.
Laporan terkait penemuan mayat tersebut diterima petugas pada pukul 08.42 WIB. Tim BPBD Kota Surabaya kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar delapan menit setelah laporan diterima untuk melakukan penanganan awal bersama unsur terkait.
BACA JUGA:
- Wabup Mojokerto Siapkan Gladi Kesiapsiagaan, Luncurkan Tangguh Rek dan Mojo Mandala
- Rekonstruksi Pembunuhan Satpam di Surabaya Ungkap Motif Pelaku Pakai Pinjol Atas Nama Korban
- Pelatih Perbakin Jatim Dipolisikan Atas Dugaan Lecehkan Atlet Putri, Korban Trauma Latihan
- Hadapi Ancaman Kekeringan, Pemkab Trenggalek Siapkan Teknologi Penghasil 40 Liter Air per Malam
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya, Linda Novanti, mengatakan saat petugas tiba di lokasi, kondisi korban masih mengapung di tengah aliran sungai.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi. Saat tiba, jenazah masih berada di tengah aliran sungai sehingga dilakukan pengamanan dan penanganan awal agar tidak hanyut,” kata Linda.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, jenazah diketahui berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 40 tahun.
Saat ditemukan, korban mengenakan celana panjang hitam dan kaus jersey berwarna hitam dengan garis biru. Hingga proses evakuasi dilakukan, identitas korban masih belum diketahui.
Untuk mencegah jenazah terbawa arus, petugas terlebih dahulu mengamankannya ke tepi sungai sambil menunggu kedatangan Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Surabaya guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Jenazah kami amankan terlebih dahulu di pinggir sungai sambil menunggu proses identifikasi oleh Tim Inafis. Setelah olah TKP selesai, korban dievakuasi menuju kamar jenazah RSU dr Soetomo menggunakan ambulans Dinas Sosial,” ujarnya. (van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News





