Ringkasan Berita
- Seorang nelayan bernama Moh. Romli (27) dari Sampang yang dilaporkan hilang saat melaut pada 14 Juli 2026, ditemukan meninggal tiga hari kemudian, pada 17 Juli 2026, di perairan Sokobanah. Jasadnya ditemukan mengapung oleh nelayan lain sekitar pukul 08.00 WIB.
- Korban sebelumnya dilaporkan terjatuh dari perahunya saat mencari ikan di perairan Pasean, Kabupaten Pamekasan. Evakuasi dilakukan oleh polisi bersama Tim Samapta dan BPBD Sampang setelah nelayan penemu melapor.
- Saat ditemukan, korban telah mengenakan jaket hijau-oranye dan celana hitam, dengan kondisi tubuh mengalami pembengkakan. Jenazah kemudian dibawa ke puskesmas untuk pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
SAMPANG, BANGSAONLINE.com - Seorang nelayan asal Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah, Kabupaten Sampang, yang dilaporkan hilang saat melaut sejak Selasa (14/7/2026), ditemukan meninggal dunia di perairan Tamberu Timur, Kecamatan Sokobanah, Jumat (17/7/2026).
Korban diketahui bernama Moh. Romli (27), warga Dusun Bukbatang, Desa Tamberu Barat, Kecamatan Sokobanah. Sebelumnya, ia dilaporkan terjatuh dari perahu saat mencari ikan di perairan Pasean, Kabupaten Pamekasan.
Kasi Humas Polres Sampang AKP Eko Puji Waluyo mengatakan jasad korban ditemukan sekitar pukul 08.00 WIB oleh dua nelayan yang hendak pulang setelah menjaring ikan.
"Sekitar pukul 08.00 WIB, saksi melihat sesosok tubuh mengapung di laut. Setelah didekati, ternyata korban adalah nelayan yang sebelumnya dilaporkan hilang di perairan Pasean," kata Eko.
Dua nelayan yang menemukan korban, yakni Sipul (40) dan Kadir (35), warga Kecamatan Sokobanah, selanjutnya melaporkan temuan tersebut kepada Polsek Sokobanah.
Polisi bersama personel Samapta, SPKT Polres Sampang, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang kemudian menuju lokasi untuk mengevakuasi jasad korban.
"Saat ditemukan, korban mengenakan jaket hijau kombinasi oranye dan celana panjang hitam, dengan kondisi tubuh sudah mengalami pembengkakan," tuturnya.
Jenazah selanjutnya dibawa ke puskesmas untuk menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. (van)










