KOTA KEDIRI, BANGSAONLINE.com – Semangat literasi mewarnai Festival Literasi yang digelar dalam rangka Hari Jadi Kota Kediri ke-1147 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di GOR Jayabaya, Jumat (12/6/2026), itu menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya membaca dan belajar di tengah masyarakat.
Sejak pagi, antusiasme peserta sudah terlihat saat Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin, jajaran pemerintah daerah, perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta sejumlah komunitas sepeda mengikuti kegiatan gowes bersama dari Balai Kota Kediri menuju GOR Jayabaya.
Kegiatan bersepeda tersebut menjadi simbol semangat kolaborasi dalam membangun budaya literasi yang lebih kuat di Kota Kediri.
Setibanya di lokasi, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati secara resmi membuka Festival Literasi Tahun 2026. Selain menghadirkan bazar buku dan UMKM, festival tersebut juga melibatkan berbagai komunitas literasi serta menyajikan beragam kegiatan edukatif yang dapat diikuti seluruh lapisan masyarakat.
Berbagai kegiatan yang digelar antara lain lomba mewarnai, lomba bertutur, lomba story telling, lomba cerdas cermat, hingga edukasi literasi yang menghadirkan narasumber dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kediri dan OJK Kediri.
Festival Literasi ini menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam membangun sumber daya manusia yang unggul melalui penguatan budaya literasi sejak usia dini.
Pada kesempatan tersebut, Vinanda Prameswati menyampaikan bahwa pembangunan daerah membutuhkan sumber daya manusia yang memiliki wawasan luas dan kemampuan adaptasi yang baik terhadap perkembangan zaman.
Sebagai daerah dengan jumlah penduduk usia produktif yang cukup besar, Kota Kediri dinilai perlu memanfaatkan bonus demografi dengan menyiapkan generasi yang memiliki kemampuan literasi, kompetensi, serta daya saing yang tinggi.
Berdasarkan data Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Kediri, Vinanda mengungkapkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kota Kediri mengalami penurunan dalam kurun waktu 2022 hingga 2024.
Kondisi tersebut menjadi perhatian dan memerlukan langkah konkret melalui gerakan literasi yang lebih masif dan dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, peningkatan IPLM dan Tingkat Gemar Membaca (TGM) menjadi hal yang penting karena rendahnya budaya literasi dapat berdampak pada berbagai sektor, mulai dari menurunnya daya saing hingga meningkatnya kerentanan terhadap penyebaran hoaks dan kesenjangan sosial.
Untuk itu, Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan berkolaborasi dengan berbagai pihak, salah satunya Mizan, guna membangun ekosistem literasi yang lebih baik melalui Festival Literasi Tahun 2026.
"Dengan tema 'Literasi untuk Kediri Mapan: Cerdas Membaca, Bijak Digital, Cakap Finansial, dan Berakar pada Budaya', masyarakat diajak untuk semakin peduli terhadap empat simpul literasi yang penting dikuasai di era digital," imbuhnya.
Festival Literasi Tahun 2026 telah berlangsung sejak 10 Juni dan akan berlanjut hingga 27 Juni mendatang. Vinanda berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan minat baca masyarakat sekaligus membangun kesadaran dalam memanfaatkan teknologi digital secara bijak.
"Saya berpesan untuk adik-adik agar rajin membaca. Dan jangan lupa membeli buku setelah beli harus dibaca. Saya percaya kalau rajin membaca, adik-adik mudah untuk meraih cita-citanya," pesannya.
Di akhir sambutannya, Wali Kota Kediri menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Literasi Tahun 2026. Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir bersama keluarga untuk membeli buku dan mengikuti berbagai kegiatan yang telah disiapkan panitia.
"Pemerintah Kota Kediri pun menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat menjadi 20 persen dan Tingkat Gemar Membaca mencapai 60 persen pada tahun 2026," jelasnya. (uji/van)










