Gubernur Khofifah saat berada di Festika atau Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi Jawa Timur 2025.
KOTA MALANG, BANGSAONLINE.com - Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan penghargaan kepada guru, serta murid berprestasi dalam ajang Festival Teknologi Informasi dan Komunikasi (Festika) Jawa Timur 2025 yang digelar pada Senin (15/12/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan Festika menjadi ruang strategis untuk mengakselerasi transformasi pendidikan Jawa Timur di era digital.
BACA JUGA:
- Produksi Padi Jatim Naik, Gubernur Khofifah Optimis Surplus Beras
- Jadi Guest Lecture Dies Natalis ke-39 UHT, Khofifah: SDM Maritim Unggul untuk Gerbang Baru Nusantara
- Ekonomi Jatim Tumbuh 5,96 Persen, Tertinggi di Pulau Jawa
- Pimpin Upacara Hardiknas 2026, Gubernur Khofifah Apresiasi Paskibra Bersatu Lintas Jenjang
Kehadiran seluruh pemangku kepentingan pendidikan menunjukkan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting dalam menyiapkan sumber daya manusia adaptif, unggul, dan berdaya saing global.
Kendati demikian, peran guru dalam membentuk karakter murid tidak bisa digantikan TIK. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Khofifah menekankan guru tetap menjadi kunci utama.
“AI dan Teknologi merupakan sebuah tools atau alat sedangkan guru adalah behind technology yang memiliki nilai dan karakter yang kuat. Ini tidak tergantikan,” ucapnya.
Ia turut mengingatkan bahwa guru adalah sosok teladan yang digugu dan ditiru. Pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran harus berpijak pada nilai karakter dan etika.
“Makin tinggi sebuah ilmu maka penyampaiannya harus semakin mudah difahami dalam penyampaiannya,” tuturnya.
Khofifah berpesan agar pemanfaatan AI tidak ditempatkan sebagai teknologi bebas nilai.
“Jangan menempatkan teknologi bebas nilai. Terima kasih kepada guru guru penggerak yang menempatkan pendidikan karakter kepada anak didik kita di Jatim,” ujarnya.

Klik Berita Selanjutnya






