Wali Kota Kediri saat mengawali turnamen dengan langkah pertama memainkan catur. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE
"Secara kualitas, Kota Kediri masuk tiga besar di Jatim. Tahun 2021 Porprov di Jember kami meraih dua medali, perak dan perunggu. Kemudian 2023 di Mojokerto kami mendapatkan tiga medali, satu perak dan dua perunggu, dan Porprov 2025 kami mendapatkan enam medali, satu emas, dua perak, dan tiga perunggu," kata Syamsul.
Ia menambahkan, talenta muda asal Kota Kediri juga berhasil mewakili Indonesia dalam Asian Youth Chess Championship di Bangkok, Thailand, yang diikuti 33 negara.
Menurutnya, capaian itu tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor serta rutinnya turnamen catur yang digelar di Kota Kediri, termasuk PWI Cup.
"Di Kota Kediri ada event rutin setiap tahun yaitu Wali Kota Cup, Kejari Cup, dan PWI Cup. Kami Percasi Kota Kediri mengapresiasi kontribusi PWI dalam menunjang pengembangan prestasi atlet daerah," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Catur Terbuka PWI Cup V, Misono, mengatakan turnamen tahun ini diikuti 129 peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Para peserta memperebutkan gelar juara dalam kelompok usia hingga kategori umum.
"Untuk kelompok umur ada 12 tahun dan 16 tahun serta kelompok umum. Peserta terbanyak dari karesidenan Kediri, kemudian dari Sidoarjo dan Surabaya. Peserta terjauh dari Surakarta," tuturnya.
Ia menambahkan, selain mengembangkan potensi atlet daerah, ajang ini juga memberikan ruang bagi talenta baru untuk mengasah kemampuan.
Antusiasme terhadap catur di Kediri pun disebut terus meningkat.
"Ini merupakan bentuk dukungan dan kontribusi kami sebagai insan media untuk mendukung olahraga catur di Kota Kediri," pungkas pria yang juga Sekretaris PWI Kediri Raya itu. (uji/van)












