Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani melihat produk UMKM saat menghadiri Business Matching dan Inkubasi Bisnis. foto: ist.
Menurutnya, kolaborasi antara pelaku UMKM dan industri sangat dibutuhkan untuk perkembangan usaha.
“Kegiatan ini punya peran besar dalam menghubungkan UMKM dengan perusahaan dan kawasan industri. Kemajuan industri dan UMKM harus selaras,” cetusnya.
Ia menegaskan kesiapan kawasan industri JIIPE untuk mendukung agenda seperti ini dan meyakini UMKM Gresik memiliki potensi besar untuk berkembang.
Kepala Diskoperindag Gresik, Darmawan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian program inkubasi bisnis sebagai upaya Pemkab Gresik meningkatkan kualitas dan kapasitas pelaku UMKM.
Kegiatan ini diikuti 30 pelaku usaha yang telah melalui proses seleksi dan pendampingan, terdiri dari 10 pengusaha batik, 9 usaha konveksi, dan 11 pelaku usaha makanan dan minuman.
“Selama program inkubasi berlangsung, peserta menerima materi strategis seperti legalitas usaha, branding, digital marketing, strategi produksi, kesiapan packaging, hingga penguatan model bisnis. Mereka juga menjalani proses coaching untuk memastikan kesiapan memasuki pasar yang lebih besar,” bebernya.
Darmawan berharap kegiatan ini mampu menghadirkan kolaborasi konkret antara pelaku UMKM dan perusahaan serta membuka peluang pasar baru yang berkelanjutan.
“Ini bukan hanya tentang transaksi bisnis, tetapi membangun jaringan kemitraan ekonomi daerah yang lebih kuat,” pungkasnya. (hud/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




