Sertifikat yang diperoleh Bumdes Wadak Kidul.
“Dari hasil penjualan bibit ikan bandeng yang sudah besar, setiap penjualan satu rean (5.000 bibit ikan) Bumdes dapat Rp75 ribu. Sementara untuk bibit udang dan ikan tombro atau bader dan sejenisnya yang kecil setiap penjualan satu rean, Bumdes dapat Rp10 ribu,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejumlah lompatan usaha yang dilakukan Bumdes Wadak Kidul, dampak positifnya menjadikan kondisi keuangan terus meningkat.
“Sebelum saya menjabat, kondisi keuangan Bumdes di kisaran Rp75 juta, saat ini sudah mencapai Rp140 juta,” terangnya.
Ke depan, Bumdes Wadak Kidul dalam transaksi kegiatan usaha tidak menggunakan uang cash, tapi sistem digital.
“Sehingga, lebih muda dan tertib dalam pengadministrasian dan pelaporan,” pungkasnya.
Sementara itu, Camat Duduksampayan, Merista Dedi Hartadi memberikan apresiasi kepada pengurus Bumdes dan Pemdes Wadak Kidul atas capaian masuk 20 besar terbaik nasional Desa BRILiaN tahun 2025.
“Ini capaian sangat luar biasa. Bumdes Wadak Kidul masuk peringkat 20 besar terbaik nasional Desa BRILiaN tahun 2025,” tandasnya.
Menurutnya, keberhasilan Bumdes Wadak Kidul tak lepas dari kerja sama semua komponen dalam mendukung keberadaan Bumdes dan bisa memenuhi persyaratan sebagai peserta Program Desa BRILiaN 2025.
Antara lain, Bumdes memiliki unit usaha aktif dan produktif yang memberikan layanan dan kontribusi pada desa, dan bersedia menjadi AgenBRILink Bumdes, memiliki rekening simpanan BRI (Simpedes Bumdes), memiliki Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) seperti produk UMKM.
Syarat lain, Bumdes maupun Kelompok Usaha mengisi form kesediaan keikutsertaan peserta Desa BRILiaN 2025 yang ditandatangani oleh Kepala Desa dan perwakilan peserta desa lainnya.
“Mudah-mudahan prestasi Bumdes Wadak Kidul menjadi spirit untuk terus berinovasi untuk memajukan Bundes dan bisa memotivasi Bumdes lain,” pungkasnya. (hud/msn)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




