Rois Syuriyah terpilih, KH. Junaedi Sholeh, dan Ketua Tanfidziyah terpilih, Eddy Supriyanto, dalam Konfercab PCNU Bangil 2025. Foto: AHMAD FUAD/BANGSAONLINE
Ia mengaku tidak ada persiapan pencalonan seperti kampanye atau tim sukses.
"Bisa di cek bahwa saya sama sekali tidak ada niatan," tuturnya.
Eddy merasa banyak tokoh lain yang lebih layak memimpin NU, apalagi dirinya bukan lulusan pesantren maupun berasal dari keluarga kiai.
Namun, ia memiliki pengalaman panjang di NU, mulai dari Ketua Ranting NU, Ansor, Ketua MWCNU Prigen dua periode, hingga Wakil Ketua PCNU Bangil.
"Jadi ibarat baju itu terlalu besar untuk dipakai saya, rasanya berat gitu," ucapnya.
Meski merasa berat, Eddy menyebut jabatan tersebut adalah amanat yang harus dijalankan sebaik mungkin. Ia pun menyiapkan 4 langkah strategis untuk masa depan NU Bangil, yakni penguatan dakwah, sosial, ekonomi, dan pendidikan.
"NU adalah rumah kita bersama maka untuk memajukannya juga bersama-sama," pungkasnya. (afa/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




