Musaffa’ Safril
Lebih jauh, ia menyoroti kenyataan bahwa perokok terbesar di Indonesia berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (Nahdliyin), termasuk kader Ansor.
Ia menyampaikan bahwa hal ini seharusnya menjadi kesadaran bersama tentang kontribusi nyata warga NU terhadap perekonomian negara.
“Kalau kita jujur, perokok terbesar di negeri ini adalah warga NU, dan di dalamnya ada Ansor. Maka artinya, kita ini sebenarnya investor utama pendapatan negara dari cukai tembakau. Tapi ironisnya, petani yang menanam tembakau justru belum menikmati kesejahteraan yang layak,” ucap Musaffa disambut tepuk tangan peserta.
Karena itu, Ketua PW Ansor Jatim mendorong agar Muskerwil kali ini tidak hanya menjadi forum administratif, tetapi juga melahirkan rekomendasi kebijakan konkret untuk memperjuangkan keberpihakan terhadap petani tembakau.
Ia mengusulkan pembentukan forum khusus dalam Muskerwil untuk membahas isu tembakau secara mendalam serta merumuskan langkah strategis Ansor ke depan.
“Semangat Muskerwil Ansor Jawa Timur adalah semangat keberpihakan. Kalau negara saja hidup dari keringat para petani tembakau dan uang dari kantong warga Nahdliyin, maka Ansor harus menjadi suara mereka. Kita harus memastikan kebijakan negara berpihak pada kesejahteraan petani, bukan hanya pada angka-angka pendapatan,” tuturnya.
Safril juga mengajak seluruh kader Ansor di Jawa Timur menjadikan perjuangan ekonomi rakyat sebagai bagian dari gerakan keumatan dan kebangsaan.
Menurutnya, keberpihakan kepada petani merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam memperjuangkan kemaslahatan sosial.
“Menolong petani, memperjuangkan kesejahteraan rakyat kecil itulah bentuk jihad sosial Ansor hari ini,” pungkasnya. (mdr/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




