Penemuan paket kokain di Sumenep. Foto: Ist
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - GP Ansor Jatim menyampaikan keprihatinan atas masih tingginya peredaran narkotika di wilayah Jawa Timur. Hal itu terlihat dari penemuan puluhan paket kokain dengan berat total 27,83 kilogram yang terdampar di Pantai Pasir Putih Kahuripan, Sumenep, pada 13 April 2026.
Ketua GP Ansor Jatim, Musaffa’ Safril, menyebut barang bukti tersebut telah diuji laboratorium forensik dan dipastikan mengandung kokain murni dengan berat bersih 22,226 kilogram.
“Temuan ini menegaskan bahwa peredaran narkoba jenis berat masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat Jawa Timur, khususnya di kawasan kepulauan Madura,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Kasus ini masih ditangani Polda Jatim yang melakukan penyelidikan untuk mengungkap jaringan di balik penyelundupan. GP Ansor berharap proses hukum berjalan tegas dan transparan serta mampu menjerat aktor utama peredaran narkoba.
“Madura bukan hanya berpotensi menjadi jalur masuk barang haram, tetapi juga wilayah yang harus mendapatkan perhatian ekstra. Dampak sosialnya sangat besar, terutama bagi generasi muda di lingkungan pesantren,” kata Safril.
Ia menilai, kondisi geografis Madura yang berupa kepulauan dengan jalur laut luas menjadikannya rawan dimanfaatkan jaringan narkotika.
Safril menegaskan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum, tetapi perlu kolaborasi masyarakat dan elemen keagamaan seperti NU dan GP Ansor.
Ia menyatakan kesiapan GP Ansor Jatim berperan aktif dalam pencegahan melalui edukasi bahaya narkoba di pesantren, penguatan nilai keagamaan, serta patroli sosial bersama masyarakat dan aparat.
“Fakta di lapangan menunjukkan bahwa aparat penegak hukum tidak bisa bekerja sendiri. Tanpa sinergi yang kuat dengan masyarakat, upaya pemberantasan narkoba tidak akan optimal. Bahkan, dalam beberapa kasus, justru masyarakat yang lebih dahulu menemukan barang haram tersebut,” paparnya. (mdr/mar)





