Kick Off Harlah ke-58 KOPRI PMII di UAC Pacet, Kiai Asep Minta Tekankan Spiritualitas & Transformasi

Kick Off Harlah ke-58 KOPRI PMII di UAC Pacet, Kiai Asep Minta Tekankan Spiritualitas & Transformasi Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA, saat menyampaikan mau'idzah hasanah dalam acara Kick Off Harlah ke-58 KOPRI PMII di Istana pertemuan Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto Jawa Timur, Ahad (2/11/2025). Foto: Aris/bangsaonline

“Sekarang santri dan PMII harus berubah, transfromasi. Kalau dulu orientasi pesantren adalah Indonesia merdeka dan menjaga Ahlussunnah wal Jamaah, sekarang harus ditransformasi, menjaga dan mengawal paham Islam yang inklusif, rahmatun lil’alamin, Ahlusunnah wal Jamaah, untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia yaitu Indonesia maju, adil dan makmur,” tegas Kiai Asep.

Lalu apa yang harus dipersiapkan. Menurut Kiai Asep, ada empat komponen untuk mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan RI. Pertama, kita harus melahirkan ulama besar dan ilmuwan besar yang menerangi dunia, terutama bangsa Indonesia.

“Yang ilmunya itu dijadikan referensi oleh para birokrat,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) itu.

Kedua, santri dan PMII harus siap diorientasikan menjadi pemimpin bangsa Indonesia bahkan pemimpin dunia.

“Untuk terwujudnya kesejahteraan dan tegaknya keadilan,” katanya.

Ketiga, ujar Kiai Asep, harus mempersiapkan diri menjadi konglomerat yang berorientasikan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. “Konglomerat yang loman. Bukan konglomerat yang mengeksploitasi orang-orang miskin tetap miskin agar abadi menjadi buruh mereka. Di Indonesia saat ini konglomerat seperti itu. Mempemanenkan buruh-buruh. Selamanya buruh menjadi buruh dan anak-anak buruh juga menjadi buruh dari anak-anak konglomerat. Itu sangat tidak baik,” katanya.

Keempat, harus melahirkan profesional yang berkualitas dan bertanggungjawab.

Menurut Kiai Asep, jika orientasi kita empat pilar itu maka negara kita akan menjadi Indonesia maju, adil dan makmur.

Dalam acara itu juga diabstaksikan buku Islam ala Prabowo oleh tim penulis yang diwakili oleh Mush’ab Muqoddas. Prolog buku itu ditulis oleh Ahmad Muzani, Ketua MPR RI. Sedangkan epilognya ditulis Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim MA.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO