Pengasuh Ponpes Ammanatul Ummah, KH Asep Syaifuddin Chalim saat memberikan sambutan
Kepada seluruh kader Kopri di Indonesia, ia berpesan agar terus mengasah intelektualitas, memperkuat spiritualitas, dan memperluas solidaritas.
“Dunia hari ini membutuhkan perempuan yang berpikir kritis, berhati lembut, tegas dalam prinsip, dan bijak dalam tindakan,” ucapnya.
Sementara itu, Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Syaifuddin Chalim, mengingatkan pentingnya transformasi orientasi gerakan PMII yang banyak berasal dari lingkungan pesantren.
“Mereka harus berhijrah, artinya menuju sesuatu yang lebih baik, terutama dalam ibadah dan pengabdian,” ujar Kiai Asep.
Ia menilai, pesantren dan PMII kini harus berorientasi menjaga serta mengembangkan Islam yang inklusif dan rahmatan lil ‘alamin.
“Kalau dulu orientasinya Indonesia merdeka, maka hari ini harus menjaga dan mengawal Islam ahlussunnah wal jamaah,” katanya.
Kiai Asep menegaskan, tujuan besar pergerakan mahasiswa dan pesantren adalah mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur.
Ia menjabarkan empat pilar untuk mencapainya: melahirkan ulama dan ilmuwan besar, pemimpin bangsa, pengusaha dermawan, serta profesional yang berkualitas.
“Pesantren dan PMII harus mampu melahirkan ulama yang ilmunya dijadikan rujukan birokrat, pemimpin bangsa bahkan dunia, dan konglomerat yang dermawan,” jelasnya.
"Jika empat pilar itu terwujud, Indonesia akan menjadi bangsa yang benar-benar maju, adil, dan makmur," imbuhnya. (ris/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




