Suwandi mengungkapkan, Pertamina Patra Niaga telah menunjuk bengkel-bengkel resmi untuk melayani keluhan pelanggan dengan anggaran hingga Rp150 ribu per kendaraan. Jika biaya servis melebihi batas tersebut, pelanggan hanya menambah selisih kecil.
“Kami wajib cek busi, kuras tangki, dan ganti bahan bakar dengan Pertamax. Kalau businya putih, itu tanda bahan bakar kurang bagus. Setelah perbaikan, semuanya kami laporkan ke Pertamina,” ujarnya.
Selain memperbaiki kendaraan, para mekanik juga memberikan edukasi kepada pengendara agar memahami kebutuhan bahan bakar sesuai spesifikasi mesin.
"Motor keluaran baru, apalagi matic injeksi, sebenarnya butuh bahan bakar dengan RON di atas 90. Jadi sebaiknya gunakan Pertamax, bukan Pertalite,” tambahnya.
Sementara itu, Joko Temok, mekanik dari Bumi Motor Tulangan Sidoarjo, menyebutkan pola kerusakan yang sama ditemukan di banyak motor pelanggan.
“Busi menghitam atau memutih, jadi tanda bahan bakar nggak terbakar sempurna. Kami tangani dengan menguras tangki dan ganti busi. Kebanyakan motornya matik, merek Honda,” ungkapnya.
21 Bengkel Siaga di Jatim
Menurut catatan Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, sejak 31 Oktober 2025, pihaknya telah menyiapkan 14 bengkel motor dan 7 bengkel mobil di wilayah Jawa Timur untuk melayani keluhan kendaraan brebet.
Bengkel-bengkel tersebut tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik, dan hanya melayani kendaraan dengan bukti kuat bahwa kerusakan terjadi akibat bahan bakar yang terindikasi bermasalah.

Pelanggan yang datang akan diminta mengisi formulir laporan resmi di bengkel yang ditunjuk, termasuk lokasi SPBU tempat pengisian bahan bakar. Jika hasil pengecekan mekanik menunjukkan tanda-tanda bahan bakar tidak sesuai standar, maka pelanggan berhak mendapatkan layanan servis gratis.
Melalui keterangan resminya, Pertamina Patra Niaga memastikan akan terus melakukan investigasi menyeluruh terkait laporan kendaraan brebet di wilayah Jawa Timur. Program layanan gratis ini merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan terhadap kepuasan pelanggan dan jaminan mutu bahan bakar.
Motor Makin Sehat, Edukasi Semakin Meluas
Fenomena ini sekaligus menjadi momentum edukasi bagi pengendara agar memahami pentingnya menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan.
"Dari kasus ini saya jadi tahu, ternyata motor saya harus pakai bensin RON 90 ke atas. Sekarang saya pakai Pertamax saja," ujar Aziez sambil tersenyum
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




