Sosialisasi KTR atau Kawasan Tanpa Rokok di Kota Batu.
Ia juga menyoroti kebiasaan masyarakat yang masih menoleransi merokok di tempat umum, termasuk di lingkungan perkantoran dan rumah tangga.
Menurut dia, kebiasaan merokok berdampak signifikan secara ekonomi, di mana pengeluaran rumah tangga untuk rokok sering kali melebihi iuran BPJS Kesehatan.
Hal senada juga disampaikan Kabid P4B Dinkes Kota Batu, Susana Indahwati. Ia menjelaskan, baik rokok konvensional maupun elektrik memiliki potensi memicu penyakit kronis seperti jantung, kanker, dan gangguan paru-paru.
“Kami juga mengingatkan bahwa asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif, tetapi juga bagi perokok pasif, termasuk anak-anak dan ibu hamil,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Dinkes Kota Batu berharap seluruh tatanan dapat berperan aktif dalam mengimplementasikan Kawasan Tanpa Rokok.
Upaya tersebut akan dilanjutkan dengan penilaian penerapan KTR di masing-masing tatanan sebagai bagian dari komitmen menuju Kota Batu yang lebih sehat dan bebas asap rokok. (adi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






