Kepala Diskoperindag Situbondo, Edy Wiyono, saat memberi sambutan dalam pelatihan pelintingan rokok.
“Kami ingin agar masyarakat tembakau di Situbondo tidak hanya menjadi pekerja musiman, tetapi bisa naik kelas dengan memiliki keterampilan yang berdaya saing,” tuturnya.
Suasana pelatihan di Desa Tlogosari yang didominasi peserta perempuan berlangsung penuh semangat. Mereka tekun mengikuti arahan instruktur, mulai dari pengisian tembakau, pelintingan dengan alat sederhana, hingga penyusunan batang rokok yang rapi.
Diskoperindag Situbondo juga memotivasi agar peserta terus berinovasi dan menjaga kualitas. Sedangkan di Desa Klatakan, pelatihan melibatkan kelompok buruh tani yang telah memiliki pengalaman dalam pengolahan tembakau rajangan.
Agenda tersebut diharapkan menciptakan sinergi antara sektor pertanian tembakau, dan industri kecil rokok kretek tangan, yang merupakan warisan budaya lokal Situbondo.
Pemanfaatan DBHCHT secara tepat sasaran ini membuktikan bahwa dana tersebut benar-benar kembali kepada masyarakat yang berhak, sekaligus berperan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan di Situbondo. (adv/sbi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




