Dewan Kritisi Lay Out dan Kualitas APK KPU Surabaya

Dewan Kritisi Lay Out dan Kualitas APK KPU Surabaya

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Komisi A DPRD Surabaya mengkritisi perencanaan (lay out) pemasangan alat peraga kampanye (APK) dan kualitas bahan kampanye yang dipergunakan pada Pilkada Surabaya.

Wakil Ketua Komisi A bidang Hukum dan Pemerintahan, Adi Sutarwijono, Rabu (28/10) mengungkapkan, dalam pemasangan umbul-umbul 10 buah per kecamatan untuk satu pasangan calon ternyata tidak bisa bertahan lama, pasalnya desainnya tidak lentur sehingga mudah diterpa angin. “Di pasang sebentar sudah rusak,” ungkapnya.

Politisi PDIP ini menilai, KPU Surabaya dalam menentukan peserta lelang tidak membuat skema waktu. Sehingga peserta lelang yang menawar sudah memperhitungkan kapan selesainya pemasangan.

“Faktanya dalam beberapa lama, pemasangan APK masih berlangsung dilakukan rekanan,” tuturnya.

Pria yang akrab disapa Awi ini menambahkan, semestinya dalam rentang waktu persiapan yang pendek, karena terpotong beberapa kali proses pendaftaran yang gagal skema waktu menjadi hal yang penting. Menurutnya, semakin cepat alat peraga terpasang akan semakin baik.

“Tetapi pemasangannnya lamban dan yang sudah terpasang cepat rusak karena diterpa angin,” tandas alumnus FISIP Unair ini.

Adi mengatakan, selain kualitas dan waktu pemasangan alat peraga, lokasi pemasangan juga tak dipersiapkan dengan baik. Beberapa APK justru dipasang tidak pada tempat semestinya.

“Di lapangan terjadi bongkar pasang, mestinya ditetapkan sejak awal titiknya,” terangnya.

Sedangkan untuk bahan kampanye, Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya ini mempertanyakan pembagian poster pasangan calon kepada 870 ribu-an rumah tangga. Ia menilai, masyarakat tentu belum mengetahui apakah poster tersebut ditempel di rumah masih-masing atau lainnya.

Simak berita selengkapnya ...