KH Abdussomad Bukhori. Foto: arrahmah.com
Seperti diberitakan Sabtu (17/10) lalu, informasi tentang permen Rainbow yang dianggap merendahkan Allah itu awalnya disampaikan Miko Abdurrohman dalam status facebooknya. Ia mengaku menemukan permen produksi pabrik Surabaya yang menghina Allah.
“Saya barusan menemukan bentuk penghinaan terhadap Allah pada bungkus permen Rainbow yang di produksi PT Ultra Prima Abadi Alamat jl. Raya Panjang Jiwo 48-50 panjang jiwo Surabaya. Di bungkus tersebut nama Allah dibuat plesetan yaitu arti Allah di dalam kamus gaul #008 diartikan sebagai yaowo… Na’udzubillah…padahal nama Allah merupakan nama yang tidak boleh dirubah dalam kamus apapun… Sebarkan !! Agar masyarakat mengetahuinya dan sampai pada produsennya, karena ini menghina Islam,” tulisnya dalam akun facebooknya.
(Baca juga: Ketua MUI Bangkalan Kutuk Permen Rainbow yang Plesetkan Ya Allah Jadi Yaowo)
Kiai Abdussomad heran kenapa umat Islam selalu jadi sasaran penistaan. ”Ini kan bisa menimbulkan kemarahan umat. Kalau nanti umat bereaksi dan marah lalu kita diminta untuk memadamkan,” kata Kiai Abdussomad.
”Seharusnya sekarang aparat berindak, baik kepolisian maupun kejaksaan. Jadi kita minta kepada pemimpin negeri ini harus bertindak tegas,” katanya.
Menurut dia, lafadz Allah tidak bisa dipermainkan, apalagi dijadikan bungkus permen. “Itu kan pelecehan dan penistaan. Kita kan sudah punya UU penistaan agama. Jadi tinggal aparat bertindak tegas,” kata Kiai Abdussomad. (ma)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




