Warga Graha Famili Tolak Perubahan Fasum Jadi Kafe, Minta Pemkot Surabaya Bertindak

Warga Graha Famili Tolak Perubahan Fasum Jadi Kafe, Minta Pemkot Surabaya Bertindak Pembangunan The Nook, Surabaya.

“Jika syarat dua pertiga itu tidak terpenuhi, maka replaning tidak bisa dilakukan. Karena itu, kami menilai pembangunan Nook Cafe seharusnya belum bisa berjalan,” ujarnya.

Hasil survei tersebut akan dijadikan bahan resmi warga untuk menyampaikan sikap kepada Komisi A DPRD dan Pemerintah Kota. Alexander menegaskan bahwa penolakan warga bertujuan menjaga fungsi sosial dan kenyamanan lingkungan.

“Warga ingin memastikan fasum tetap digunakan sebagaimana mestinya. Kami ingin lingkungan Graha Famili tetap tenang dan tertata, bukan berubah jadi kawasan bisnis,” pungkasnya.

Sementara itu, General Manager PT SAS, Veronika Puspita, menyatakan pihaknya tetap membuka ruang komunikasi dan siap mengakomodasi masukan warga. Ia menyebut telah menyiapkan lahan pengganti seluas 7.700 meter persegi di wilayah izin PT SAS.

"Tukar guling fasum sudah kami siapkan semua. Tidak mungkin kami tidak siapkan karena pasti harus disetujui," katanya usai hearing dengan Komisi A DPRD .

Veronika memastikan, seluruh dokumen perizinan telah lengkap, mulai dari SKRK, PBB, PBG, hingga Amdalalin. Meski demikian, PT SAS akan tunduk pada hasil rapat jika diminta menghentikan sementara proyek.

"Kami optimistis proyek akan berlanjut karena ini produk hukum yang sudah disahkan pemerintah," cetunsya.

Proyek The Nook Cafe berdiri di atas lahan fasum seluas sekitar 7.700 meter persegi milik PT SAS. Warga berharap Pemkot menindaklanjuti laporan mereka dan menghentikan pembangunan hingga seluruh proses perizinan serta syarat administratif sesuai Perwali 52/2017 benar-benar dipenuhi. (mar)_

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Angkot Terbakar di Jalan Panjang Jiwo, Sopir Luka Ringan':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO