Puluhan warga Desa Winongan Kidul, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan, ketika membongkar sebuah makam baru yang dibangun di belakang Masjid Serambi.
Celah ini kerap memicu sengketa dan tumpang tindih klaim. Fenomena konflik makam bukan hal baru di Jawa Timur.
Sengketa serupa sering terjadi, mulai dari perebutan tanah wakaf hingga klaim lahan keluarga, bahkan berujung bentrokan fisik antarwarga.
Secara sosial budaya, makam leluhur di desa-desa Jawa dipandang sebagai ruang sakral dan simbol identitas komunitas.
Intervensi baru, baik berupa pembangunan fisik maupun pemakaman baru, sering dianggap mengganggu keseimbangan tradisi. Penolakan warga pun kerap lebih kuat daripada intervensi hukum.
Potensi konflik masih terbuka. Jika pihak keluarga makam baru menolak pembongkaran, ketegangan bisa kembali memuncak.
Pemerintah desa dituntut segera turun tangan agar kasus ini tidak menjadi preseden bagi desa-desa lain di wilayah Pasuruan. (maf/par/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




