KH. Asep Saifuddin Chalim saat memberikan keterangan pers kepada wartawan.
Kiai Asep menegaskan, memperbaiki tata kelola Pemerintahan Kabupaten Mojokerto mutlak harus dilakukan. Karena itu, Bupati Mojokerto telah mengambil kebijakan yang adil mengenai BK desa, dengan diberikan merata kepada seluruh desa tanpa tebang pilih.
"Sekali lagi, satu-satunya di Indonesia, Bupati Barra yang berani mengatakan tidak ada jual beli jabatan, tidak ada fee proyek," tutur Kiai Asep yang merupakan putra pendiri NU, KH Abdul Chalim.
Kiai Asep juga menyinggung maraknya tambang galian C yang ada di Kabupaten Mojokerto. Ia meminta agar izin tambang-tambang tersebut ditertibkan.
"Harus diperbaiki sistemnya. Harus dibantu oleh wartawan-wartawan untuk blow up, sehingga mereka cepat sadar untuk mengurus izinnya," ucap Kiai Asep.
"Untuk reformasi berokrasi akan terus berlangsung. Pokoknya Kabupaten Mojokerto Insya Allah, akan jadi percontohan Nasional," pungkas Kiai Asep yang belum lama ini menerima penghargaan Bintang Mahaputera dari Presiden Prabowo Subianto. (ris/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




