Wakil Ketua II DPRD Gresik, Mujid Riduan dan Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dhawam.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik merespons ribuan siswa yang diduga keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di sejumlah kabupaten dan kota di seluruh se-Indonesia.
Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), jumlah korban keracunan MBG per 21 September 2025 tembus di angka 6.452 orang.
BACA JUGA:
- Usai Viral Ketua DPRD Gresik Ajak Pendemo Berkelahi, Kini Muncul Tagar PrayForSyahrul di Medsos
- PKL Korban Gusuran Kali Avoor Bertahan 43 Hari di DPRD Gresik
- DPRD Gresik Raih Penghargaan JDIH Terbaik I se-Jawa Timur
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
“Kami meminta pemerintah melakukan mitigasi atau pencegahan agar kejadian serupa siswa penerima MBG keracunan tak terjadi di Kabupaten Gresik,” ujar Wakil Ketua II DPRD Gresik, Mujid Riduan kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (26/9/2025).
Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Gresik ini mengungkapkan, meski program MBG telah dilaunching Presiden RI Prabowo Subianto pada 6 Januari 2025, siswa di Kabupaten Gresik masih banyak yang belum menikmati MBG.
“Baru beberapa sekolah saja yang siswanya sudah menerima MBG, jumlah yang belum menerima masih banyak,” ungkap Mujid.
Sejauh ini, tambah Mujid, DPRD Gresik belum ada laporan ada siswa penerima MBG mengalami keracunan. Ia pun berharap keracunan MBG tidak terjadi di Gresik.
“Insyaallah Gresik aman, semoga semua lancar tidak terjadi kejadian yang tidak kita inginkan,” harapnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




