Ketua Bawaslu Kabupaten Pasuruan, Arie Yunianto saat memberikan sambutan dan pengarahan tekankan literasi politik, partisipasi publik, dan ketahanan digital jelang Pemilu 2029
“Ke depan, keputusan Bawaslu tidak lagi bersifat rekomendasi, melainkan wajib ditindaklanjuti,” ujarnya.
Dari Senayan, Aris Setiawan Yodi menyoroti tantangan baru di ruang digital. Menurutnya, pengawasan bukan hanya pada teknis pemungutan suara, melainkan juga menjaga ekosistem informasi tetap sehat.
“Digitalisasi pemilu membuka peluang transparansi, tapi juga menghadirkan ancaman hoaks, disinformasi, dan serangan siber. Karena itu, pengawasan harus adaptif, integratif, dan melindungi hak pilih warga,” ucap Aris.
Dalam forum tersebut, Bawaslu Pasuruan juga memaparkan hasil pengawasan melalui aplikasi Rumah Data.
Sejumlah potensi pelanggaran, baik administratif maupun pidana, teridentifikasi dan akan menjadi bahan analisis untuk memperkuat pengawasan hingga tingkat kecamatan.
Dengan mengedepankan teknologi digital, Bawaslu berharap pengawasan pemilu berjalan lebih efektif, transparan, dan dipercaya publik.
“Jika Bawaslu kuat, rakyat percaya. Jika rakyat percaya, demokrasi akan tegak berdiri,” tutur Totok menutup pernyataannya. (maf/par/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




