Tafsir Al-Hajj 22: Hukuman Potong Tangan Lebih Mashlahah

Tafsir Al-Hajj 22: Hukuman Potong Tangan Lebih Mashlahah Dr. KH. A. Musta'in Syafi'i.

Seandainya ada yang mau menembak mati koruptor kelas kakap, in sya’ Allah mendapat apresiasi dari Tuhan. Sama, karena sangat meresahkan rakyat, sangat merugikan negara. Dia itulah sejatinya abdi negara, berjuang demi kesejehteraan bangsa dan kemakmuran negara. Dia berjihad melawan kemungkaran besar saat negara loyo tak berdaya. Ternyata petrus zaman Pak Suharto dulu sangat efektif dan banyak manfaatnya.

Kita ini mayoritas beragama islam, banyak ulama’nya, banyak pondok pesantren, banyak perguruan tinggi agama. Ada majelis ulama, ada NU, Muhammadiyah, al-Irsyad dst. Kenapa kita tidak yakin terhadap syariat hukuman potong tangan? Hukuman mati?

Apa ada yang salah dengan keimanan kita? RRC yang tak kenal al-Qur’an saja yakin kebenaran dan keefektifan hukuman mati.

Berkat menghukum mati atas koruptor, uang negara utuh dan RRC sangat kuat dan maju. Anak bangsa ini cerdas-cerdas dan tidak kalah dengan bangsa lain. Tetapi tidak ada modal untuk berinovasi, berkreasi memajukan negeri. Uang negara habis dilalap koruptor.

Perkoro nisab atau besaran uang yang dikorup untuk selanjutnya dijadikan dasar hukuman potong tangan bisa pakai ijtihad. Boleh merujuk Hadis terkait ini, atau dilakukan ijtihad yang luwes. Misalnya, sebesar satu miliar rupiah, dipotong pergelangan tangan. Lalu dilepas. Korupsi di atas sepuluh miliar dihukum mati. Dasarnya adalah: bisa mashlahah ‘ammah dan bisa pakai dar’ mafasid.

Demi Allah SWT, penulis bertanggung jawab soal nishab ini di hadapan Tuhan nanti. Hukuman penjara sekarang, di samping tidak punya efek jera, malah diperdagangkan dan semakin mengahabiskan uang negara. Hukuman potong tangan, hukuman mati, di samping sangat efektif juga lebih menghemat belanja negara. Ini mutlak benar, karena aturan Tuhan.

Bangsa ini mudah lupa dan mudah memaklumi, meskipun awalnya umeg dan reaksi. Ya, tapi seiring berjalannya waktu, lambat laun podo diam.. Pak Jokowi sangat mengerti psikologi bangsa ini. Kurang arogan apa dia, aturan umur calon wakil presiden diubah demi meloloskan anaknya. Reaksi dan kritik sama sekali tidak digubris. Beres.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO