Kapolres Blitar Kota Sebut Kerusuhan Bukan Demo, 143 Orang Diamankan

Kapolres Blitar Kota Sebut Kerusuhan Bukan Demo, 143 Orang Diamankan Aksi anarkis yang terjadi di sekitar Mapolres Blitar Kota.

“Ini jelas ada provokasi. Beberapa pelaku berasal dari luar daerah, bahkan ada yang dari Jawa Tengah. Jadi kita harus waspada, jangan sampai ada penyusup yang ingin mencederai keamanan Blitar,” ungkapnya.

Kerusuhan tersebut menyebabkan 14 anggota polisi mengalami luka-luka akibat lemparan batu, bacokan, dan tembakan senapan angin.

“Anggota kami ada yang kena bacok, ada yang kepalanya bocor karena dilempar batu, ada juga yang ditembak dengan senapan angin. Ini jelas penyerangan terhadap petugas dan instansi negara,” ucap Titus.

Kapolres menegaskan, aparat telah bertindak sesuai prosedur, mulai dari imbauan persuasif, penggunaan water cannon, hingga gas air mata. Jika keselamatan jiwa, raga, dan markas negara terancam, tindakan tegas akan diambil sesuai Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan.

“Perkap itu sudah ada sejak lama, bukan baru. Kalau keselamatan jiwa, raga, harta benda, dan markas negara terancam, kami bisa bertindak tegas sesuai pentahapan,” tuturnya.

Menutup keterangannya, Titus mengajak masyarakat Blitar untuk tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang memanfaatkan remaja demi kepentingan tertentu. Ia juga meminta para orang tua agar lebih ketat mengawasi anak-anak mereka, terutama di malam hari.

“Mari kita jaga Kota Blitar, kota penuh perjuangan, kota proklamator, bukan kota pengkhianat. Orang tua, tolong jaga anaknya, jangan sampai dimanfaatkan. Kita semua harus kompak agar Blitar tetap aman dan nyaman,” pungkasnya. (ina/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO