Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar.
BLITAR, BANGSAONLINE.com - Penipuan bermodus uang mainan kembali meresahkan warga Kabupaten Blitar. Pelaku menyasar pedagang kecil, terutama yang lanjut usia, dengan cara sederhana namun berdampak besar pada penghasilan harian korban.
Dalam beberapa waktu terakhir, sedikitnya 3 kasus mencuat dan ramai diperbincangkan di media sosial. Peristiwa pertama menimpa penjual kerupuk di Desa Bangsri, Kecamatan Nglegok.
Lalu, pedagang kembang di perempatan Ngrobyong menjadi korban. Terbaru, seorang penjual jamu keliling di Desa Kedawung juga mengalami kejadian serupa.
Pelaku berpura-pura membeli barang menggunakan uang mainan pecahan Rp100 ribu, lalu meminta kembalian. Korban yang tidak curiga menyerahkan uang asli, baru menyadari penipuan setelah pelaku pergi.
Dari keterangan korban, pelaku diduga sepasang pria dan wanita yang berboncengan dengan sepeda motor matic.
“Tim Reskrim sudah melakukan penyelidikan dan pengejaran. Kami berharap pelaku yang meresahkan masyarakat ini bisa segera diamankan,” kata Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar.
Meningkatnya kasus ini membuat masyarakat semakin khawatir. Warga berharap aparat segera mengungkap dan menangkap pelaku agar tidak ada korban lain.
Para pedagang juga diimbau lebih teliti saat menerima pembayaran, terutama pecahan besar, serta segera melapor ke polisi jika menemukan hal mencurigakan. (ina/mar)

























