Tenang Bersama JKN: Kisah Jamil dan Wahid yang Temukan Harapan Usai Rutin Jalani Hemodialisis

Tenang Bersama JKN: Kisah Jamil dan Wahid yang Temukan Harapan Usai Rutin Jalani Hemodialisis Rofiqul Jamil (39), warga Gresik, yang sejak beberapa tahun lalu harus rutin menjalani hemodialiasis akibat penyakit ginjal yang dideritanya.

"Saya harus cuci darah seminggu dua kali, berarti sebulan delapan kali. Sudah tiga tahun saya jalani, kalau dihitung biayanya pasti ratusan juta rupiah. Sedangkan saya hanya pedagang es dengan penghasilan tidak menentu, jelas tidak mungkin saya sanggup membiayai sendiri," ungkap Jamil.

Meski begitu, Jamil merasa sangat terbantu dengan adanya BPJS Kesehatan. Ia juga memuji pelayanan yang diterima selama menjalani terapi.

"Selama perawatan di sini, administrasinya mudah dan pelayanannya sama rata. Tidak ada bedanya pasien BPJS dengan pasien umum. Semua ramah, seperti keluarga sendiri. Itu membuat saya lebih semangat menjalani pengobatan," ucapnya.

Manfaat (JKN) juga dirasakan Muhammad Abdul Wahid (48), warga Kecamatan Ujungpangkah, Gresik. Sama seperti Jamil, ia harus menjalani cuci darah rutin dua kali seminggu.

"Sejak 2022 saya sering merasa haus, cepat lelah, dan makanan tidak bisa sembarangan. Setelah diperiksa, saya didiagnosa diabetes dengan tekanan darah sangat tinggi sampai tidak bisa berjalan. Untuk itulah saya harus cuci darah rutin," cerita Wahid.

Ia mengaku tidak bisa membayangkan bagaimana jika tidak ada Program JKN, terlebih kondisinya kini sudah tidak memungkinkan lagi untuk bekerja.

"Kalau biaya cuci darah harus ditanggung sendiri, jelas saya tidak akan sanggup. Beruntung ada BPJS Kesehatan. Pelayanannya sangat baik, fasilitas di RSUD Ibnu Sina juga nyaman. Bahkan para petugas sering mengajak bercanda supaya kami yang sedang cuci darah tidak merasa jenuh. Saya benar-benar berterima kasih, sampai bingung bagaimana membalas kebaikan mereka," ungkapnya. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO