Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, saat menghadiri kegiatan Grebek Stunting di Kelurhan Trajeng
Suryani menegaskan bahwa keberhasilan menekan angka stunting memerlukan sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan peran aktif keluarga.
“Anak sehat lahir dari orang tua yang hebat. Stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga pola asuh, kebersihan lingkungan, serta perhatian penuh dari orang tua. Di Trajeng ini saya melihat semangat warganya luar biasa,” ujarnya.
Rangkaian Grebek Stunting di Trajeng meliputi Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), makan bersama, serta pembagian Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu, ikan, telur, sayur, dan ayam.
Bantuan ini akan disalurkan secara rutin melalui Posyandu selama 12 minggu untuk memastikan perbaikan gizi berkelanjutan.
Suryani juga mengapresiasi inovasi pemberian reward di Kelurahan Trajeng. Menurutnya, langkah tersebut mampu menjadi inspirasi bagi wilayah lain.
“Pendekatan kreatif seperti ini patut dicontoh. Keberhasilan anak keluar dari stunting adalah kemenangan keluarga sekaligus keberhasilan bersama dalam mencetak generasi sehat dan cerdas,” tandasnya.
Dengan dukungan PKK, Posyandu, serta partisipasi aktif warga, Pemkot Pasuruan optimistis angka stunting akan terus menurun, sejalan dengan upaya menyiapkan Generasi Emas 2045. (par/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




