Alesha, Buah Hati Farid, warga Gresik yang alami kelainan jantung sejak lahir. (Ist)
“Alhamdulillah, semua biaya pengobatan dari awal sampai katerisasi ditanggung penuh. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, saya tidak tahu harus bagaimana. Kata dokter, biaya katerisasi bisa sampai 30 juta rupiah, belum lagi kontrol rutin dan obat setiap bulan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Perjuangan ini mengajarkannya bahwa memiliki jaminan kesehatan bukan hanya penting, tapi juga sangat menentukan kehidupan seseorang, terutama bagi masyarakat kurang beruntung secara keuangan.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, menyampaikan bahwa kasus seperti Alesha merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi seluruh rakyat.
“Kelainan jantung bawaan seperti yang dialami anak Saudara Farid termasuk dalam penyakit dengan pembiayaan besar. Tapi karena sudah menjadi peserta JKN, semua pelayanan kesehatan yang sesuai indikasi medis tetap diberikan tanpa batasan,” jelas Janoe.
Ia menambahkan, Program JKN adalah bentuk komitmen negara dalam menjamin pelayanan kesehatan yang setara bagi seluruh warga, tanpa melihat status sosial dan penghasilan.
Janoe pun mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan keaktifan kepesertaannya, agar tidak menemui kendala saat membutuhkan layanan kesehatan.
Peserta bisa mengecek melalui Aplikasi Mobile JKN pada menu Kartu Digital atau menggunakan layanan Pandawa di nomor 08118165165, cukup dengan memilih menu Informasi.
“BPJS Kesehatan tidak hanya hadir saat sehat, tapi justru menjadi penopang utama ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat medis. Seperti yang dialami keluarga Farid, inilah semangat gotong royong yang sesungguhnya,” tutup Janoe. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




