“Melalui SJSN, masyarakat yang telah terdaftar sebagai peserta JKN aktif tidak lagi khawatir memikirkan biaya pelayanan kesehatan jika suatu ketika membutuhkan layanan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” imbuh Ita.
Namun, untuk menjamin kesinambungan program dan efisiensi penggunaan dana, BPJS Kesehatan menerapkan sistem pelayanan yang efisien.
Hal ini penting guna menjaga keseimbangan antara penerimaan iuran dan pengeluaran atas klaim layanan kesehatan.
“Yang menjadi tantangan adalah peningkatan jumlah peserta setiap tahunnya. Artinya, dengan bertambahnya peserta, maka harus diimbangi dengan edukasi agar masyarakat sadar pentingnya membayar iuran secara rutin. Kami juga berkomitmen memastikan setiap peserta JKN menerima pelayanan kesehatan yang baik dari fasilitas kesehatan yang telah bekerja sama,” tegasnya.
Sistem ini bekerja layaknya gotong royong dimana peserta sehat membantu peserta yang sedang sakit melalui iuran yang mereka bayarkan. Prinsip solidaritas sosial ini menjadi tulang punggung keberlangsungan Program JKN.
Manfaat program ini pun dirasakan langsung oleh masyarakat, salah satunya Susmiatin (50), warga Kota Madiun yang telah menjadi peserta JKN dan kerap memanfaatkannya untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Saya termasuk orang yang sering menggunakan Program JKN ketika berobat di fasilitas kesehatan. Dan jika saya bukan peserta JKN, mungkin akan banyak biaya yang saya keluarkan untuk berobat. Tapi ketika sudah menjadi peserta, tidak lagi bingung memikirkan kira-kira butuh biaya berapa untuk periksa ke dokter, karena semua sudah ditanggung oleh BPJS Kesehatan,” ungkapnya.
Ia menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPJS Kesehatan dan pemerintah atas keberadaan program ini yang telah banyak membantu masyarakat, terutama dalam mengurangi beban biaya saat membutuhkan layanan medis.
“Mudah-mudahan Program JKN ini dapat terus hadir dan berkembang, agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan akses pelayanan kesehatan secara merata dengan kualitas yang baik,” tutupnya. (*)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




