Para korban saat melapor ke Polrestabes Surabaya
SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Rerey (24) dan Ridho (26) diduga menjadi korban penipuan wedding organizer (WO) dua hari jelang menikah.
AS, terduga pelaku pengusaha make up artis (MUA) yang dipercaya menghandle kebutuhan acara resepsi, tiba-tiba membatalkan secara sepihak dua hari sebelum hari H.
BACA JUGA:
- Pasca-Kebakaran Gedung Jantung RSUD Dr. Soetomo, Polisi Gelar Olah TKP, Pasien IGD Masih Trauma
- Terungkap! Diduga Gelapkan Uang Pinjol Jadi Motif Penusukan Satpam di Graha DST Surabaya
- Ngaku Tak Tahan Nafsu, Pria di Surabaya Tega Setubuhi Putri Kandung yang Berusia 17 Tahun Sejak 2025
- Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Scamming dan Penyekapan Internasional, 44 WNA Ditangkap
Padahal, calon pengantin dua bulan sebelum pesta sudah membayar lunas seluruh kebutuhan yang dipesan.
"Normalnya orang dua hari sebelum nikah semua sudah siap, tapi kami malah seperti gak ada persiapan. Wong undangan sudah disebar, sudah mepet tanggal tiba-tiba dapat kabar MUA, dekor, semua gak bisa datang. Dalam keadaan ngejer, nangis akhirnya cari-cari lagi persewaan dekor dan semuanya ke tempat lain," ujar Rerey.
Rerey menuturkan, terduga pelaku sama sekali tidak memberikan wedding order pengganti saat membatalkan secara sepihak.
Bahkan biaya pelunasan dekor, dokumentasi, MUA, maupun sound system yang tidak dikembalikan.
Dengan waktu yang sangat mepet, Rerey mau tidak mau lebih mengutamakan mencari solusi lain ketimbang, mencaci maki AS.
"Sampai sekarang uang Rp10,3 juta saya belum kembali. Ditagih selalu mbulet," ungkapnya.
Rerey meyakini apa yang diyakini sudah menemuhi unsur tindak pidana penipuan. Oleh sebab itu, ia membuat laporan ke Polrestabes Surabaya.
Dalam laporan yang dibuat, Rerey menceritakan awal mula dugaan kasus penipuan tersebut. Ia mulai tertarik dengan sejumlah unggahan di akun media sosial milik AS sejak Januari 2025.
AS, yang dikenal sebagai perias pengantin, kerap membagikan penawaran paket pernikahan murah dengan alasan karena memiliki banyak vendor rekanan.
Rerey yang saat itu sebagai calon pengantin pun tertarik dan menghubungi AS. Komunikasi yang awalnya hanya dari direct massage, dilanjutkan ke WhatsApp. Merasa cocok, Rerey dan Ridho di bulan Januari mengunjungi rumah AS.
Tak ada yang janggal saat Rere dan pasangannya saat pertama kali datang ke rumah AS. Di sana, ia melihat beberapa baju pengantin tergantung di lemari layaknya rumah yang menjalankan usaha jasa wedding organizer.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




