Korban saat melapor ke Polsek Genteng didampingi sang ayah
“Jadi saya diturunkan di Sekitaran Komplek SMAN 5. Kedua pelaku menyuruh saya turun dari motornya dan menunggu, karena mereka akan menjemput adiknya yang saya tabrak, katanya begitu,” tambahnya lagi.
Setelah Hafis menunggu kedua pelaku tidak kunjung kembali sehingga timbul perasaan curiga.
“Saya merasa curiga dan bingung, kemudian saya jalan kaki ke posisi Ridwan dan motor saat berhenti. Dan setelah saya kembali bertemu Ridwan ternyata motor saya telah raib,” ujar Hafis.
Sedangkan dari keterangan Ridwan saat live melaporkan ke radio Suara surabaya, dirinya mengaku tidak sadar saat kedua pelaku mengambil motor milik Hafis.
“Jadi setelah mengajak Hafis bergoncengan tiga, keduanya tidak lama kembali ke saya tapi Hafis tidak bersama kedua pelaku. Nah setelah pelaku kembali menemui saya tiba-tiba saya tidak sadar, sadarnya saat Hafis kembali ke saya dan mempertanyakan motornya,” ujar Ridwan, saat siaran Live di Suara Surabaya.
Saat dikonfirmasi, Kapolsek Genteng AKP Grandika Indra Waspada membenarkan adanya laporan tersebut. (rus/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




