Penipuan Lewat WhatsApp Catut Kades Candinegoro, Dua Korban Terlanjur Transfer Rp67 Juta

Penipuan Lewat WhatsApp Catut Kades Candinegoro, Dua Korban Terlanjur Transfer Rp67 Juta

Sementara itu, Pak Tri, warga Krian, mewakili kerabatnya, Kaji Djapi, yang menjadi korban, sudah mentransfer sebesar Rp30 juta ke rekening BRI atas nama Dzikry Hariadi dengan nomor rekening: 1748 0100 4732 505.

"Kerabat saya Kaji Djapi (55) warga Desa Cadinegoro mendapatkan WA dari nomornya Pak Kades, tanpa konfirmasi, karena ketika ditelepon tidak bisa. Akhirnya keluarga saya langsung transfer Rp30 juta. Karena waktu itu kerabat saya sedang ada kerja sama hubungan kerja dengan Pak Kades," ungkapnya.

Atas peristiwa ini, Tri pun berharap masyarakat lain, khususnya warga Candinegoro, tidak mengalami kerugian serupa akibat kejahatan atau penipuan lewat pesan WhatsApp.

"Sudah cukup dua korbannya saja, Kaji Djapi dan Kaji Sholeh, semoga tidak ada orang lain mengalami kerugian dan nama baik Pak Kades dapat baik kembali. Kita jangan pernah membuka dan mendownload link yang dikirim penipu dan sebaiknya langsung hapus saja," pesannya.

Aplikasi pesan WhatsApp hampir digunakan untuk berbagai kebutuhan khususnya di Indonesia. Namun, para pengguna aplikasi WhatsApp nampaknya masih perlu berhati-hati, lantaran banyak modus penipuan yang memakan korban melalui aplikasi pesan tersebut.

Kebanyakan penipuan lewat WhatsApp memanfaatkan file APK yang dikirim acak ke nomor HP orang lain. Tujuannya agar penerima chat mengklik dan mendownload file, kemudian tanpa sadar menginstal aplikasi jahat di HP-nya.

Cara pembobolan yang disebut sebagai phising ini serupa dengan kejahatan mengirim link lewat email. Penipu online berharap agar penerima email atau WhatsApp memberikan akses secara tak sadar sehingga HP atau akun finansial bisa diambil alih atau dibajak. (cat/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Kecelakaan Karambol di Medaeng Sidoarjo, Truk Tabrak Tiga Mobil Hingga Terguling':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO