SP-IMPPI Dorong Pemuda Indonesia Kerja di Luar Negeri, Tapi Cukup 5 Tahun

SP-IMPPI Dorong Pemuda Indonesia Kerja di Luar Negeri, Tapi Cukup 5 Tahun William Yani, saat dilantik sebagai Ketua Umum PP Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP-IMPPI). Foto: Ist.

"Semua ilmu yang didapat di luar negeri, baiknya diaplikasikan di tanah air. Saya yakin nasionalisme mereka masih tinggi untuk tetap kembali ke Indonesia," ujar putra tokoh buruh, Almarhum Jacob Nua Wea tersebut.

Sementara itu, Ketua PD Serikat Pekerja Informal Migran dan Pekerja Profesional Indonesia (SP-IMPPI) Provinsi Jawa Timur, Muhamad Didi Rosadi, mengatakan bila merujuk data BPS April 2025, tercatat ada 7,28 juta pengangguran.

Sekitar 16 persennya merupakan pengangguran produktif. Kondisi itu terjadi karena lapangan kerja yang masih terbatas. Sementara, angkatan kerja baru terus bertambah.

Karena itu, ia menilai peluang bekerja di luar negeri menjadi opsi yang harus dimaksimalkan, termasuk oleh pemuda di Jawa Timur.

Menurutnya, yang terpenting adalah mereka yang akan bekerja di luar negeri dilengkapi dengan keterampilan, baik bahasa mau pun skill global.

"Menurut Menteri Karding ada 1,7 juta lowongan kerja di luar negeri yang tersebar di 100 negara. Tentu ini peluang bagi WNI, tentunya termasuk warga Jawa Timur. Terutama angkatan kerja produktif," pungkas pria yang akrab disapa Diday itu. (mdr/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO