Kini Menentang Apartheid dan Genosida Rakyat Palestina, Sikap Dewan Gereja Dunia Berubah Drastis

Kini Menentang Apartheid dan Genosida Rakyat Palestina, Sikap Dewan Gereja Dunia Berubah Drastis Sidang pendirian Dewan Gereja-Gereja se-Dunia pada 1948. Foto: PGI.or.id

Dalam siaran pers Kairos Palestine, mereka menyambut pernyataan WcCo dengan penghargaan dan harapan. Mereka menilai tindakan itu "menandai titik balik dalam kesaksian moral dan teologis gereja global".

“Kami memuji karena menyatakan, dengan jelas dan berani, bahwa istilah ‘apartheid’ tepat dan bersifat profetik dalam menggambarkan situasi yang dihadapi rakyat Palestina," kata Kairos Palestine dalam pernyataan tertulis.

"Langkah ini mengakui kenyataan yang telah dialami warga Palestina selama lebih dari tujuh dekade: penindasan sistematis, pemindahan paksa, segregasi, dan penyangkalan hak asasi manusia yang mendasar.”

Koordinator Umum Kairos Palestine, Rifat Kassis, menegaskan bahwa gereja harus berbicara dengan satu suara dalam menentang pendudukan, apartheid, dan genosida. "Apa pun yang kurang dari itu adalah keterlibatan, dan diam sekarang adalah pengkhianatan terhadap keadilan dan iman," ujarnya.

Kassis menilai bahwa momen ini menghadirkan peluang penting bagi lebih banyak denominasi untuk berdiri dalam solidaritas yang berani dengan rakyat Palestina.

Kassis menyerukan kampanye yang dipimpin oleh untuk mengakhiri perang di Gaza dan Tepi Barat. Dia juga mendukung pekerjaan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mahkamah Internasional (ICJ) dalam meminta pertanggungjawaban para pelaku di bawah hukum internasional.

“Waktunya telah tiba untuk kejelasan moral,” ucap Kassis. “Gereja harus berbicara dengan satu suara dalam menentang pendudukan, apartheid, dan genosida. Apa pun yang kurang dari itu adalah keterlibatan, dan diam sekarang adalah pengkhianatan terhadap keadilan dan iman.”

Berkenaan dengan itu, Patriark Latin Emeritus Yerusalem sekaligus salah satu penulis Dokumen Kairos Palestina dan anggota dewan Kairos Palestina, Michel Sabbah, berterima kasih kepada atas keberanian mereka untuk melihat kebenaran tentang apa yang sedang terjadi di Palestina.

bertemu dalam sesi pleno setiap tujuh tahun. Selama masa intervensi, Komite Sentral (CC) diberi wewenang untuk berbicara atas nama 352 gereja anggota, yang bersama-sama mewakili lebih dari setengah miliar umat Kristen di seluruh dunia.

Sumber: Tempo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO