3 Pilar Pendekatan untuk Rumah Terjangkau Dipaparkan Wamen ATR/BPN dalam Panel Tematik ICI 2025

3 Pilar Pendekatan untuk Rumah Terjangkau Dipaparkan Wamen ATR/BPN dalam Panel Tematik ICI 2025 Wamen ATR/BPN saat memberi sambutan.

Pilar kedua ialah penerapan prinsip Transit Oriented Development (TOD), yaitu pengembangan kawasan yang mengintegrasikan hunian, aktivitas ekonomi, dan layanan publik di sekitar simpul transportasi massal, dalam radius berjalan kaki 400–800 meter. Ia mencontohkan proyek TOD di Dukuh Atas dan Harmoni, Jakarta, yang telah menjadi model kawasan inklusif berbasis konektivitas.

“TOD bukan sekadar solusi spasial, tapi juga keadilan sosial. Ketika warga tinggal dekat transportasi dan tempat kerja, mereka tidak lagi menanggung beban akibat keterpisahan,” tuturnya.

Pilar terakhir, lanjutnya, adalah integrasi antara rencana tata ruang dan kebijakan pembangunan perumahan nasional. Ia menyebut Kementerian ATR/ telah merancang sistem geospasial terintegrasi yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, potensi ekonomi lokal, serta mitigasi risiko bencana.

“Melalui sistem geospasial terintegrasi, kami bisa memastikan bahwa pengembangan perumahan benar-benar selaras dengan tujuan nasional, baik dari sisi lingkungan, sosial, maupun ekonomi,” imbuhnya.

Menutup pemaparannya, Ossy menyebut rumah terjangkau adalah soal keadilan dan martabat, bukan sekadar soal harga. Ia menyerukan kolaborasi lintas sektor, pemerintah, swasta, akademisi, hingga masyarakat, untuk membangun kota yang inklusif, berkelanjutan, dan terjangkau bagi semua.

Dalam sesi diskusi tematik ini, turut hadir sebagai pembicara kunci Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah. Hadir pula sebagai narasumber: Deputi Bidang Koordinasi Pembangunan Perumahan dan Sarana Prasarana Permukiman Kemenko IPK, Ronny Hutahayan; Direktur Manajemen Risiko dan Legal Perumnas, Nixon Sitorus; dan perwakilan JICA, Mori Hiromitsu.

Wamen ATR/ juga didampingi oleh Wakil Pembina IKAWATI ATR/, Wida Ossy Dermawan; Dirjen Penataan Agraria, Yulia Jaya Nirmawati; Staf Khusus Bidang Reforma Agraria, Rezka Oktoberia; Tenaga Ahli Administrasi Negara dan Good Governance, Adjie Arifuddin; serta Tenaga Ahli Percepatan Penyelesaian Isu Strategis, Hendri Teja. (afa/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Dorong Pegawai Terapkan Pola Hidup Sehat, Kementerian ATR/BPN Gelar Edukasi Jantung':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO