Wali Kota Kediri Paparkan 8 Aksi Konvergensi pada Penilaian Kinerja Stunting Terintegrasi

Wali Kota Kediri Paparkan 8 Aksi Konvergensi pada Penilaian Kinerja Stunting Terintegrasi Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati. Foto: Muji Harjita/BANGSAONLINE

Sebagai upaya monitoring dan evaluasi tahunan dilakukan survei balita menggunakan aplikasi ArcGIS sehingga tersaji data balita dalam Geoportal berupa Data Spasial dalam bentuk peta sebaran balita dan pemanfaatan Aplikasi Elsimil dalam mengelola data pendampingan keluarga risiko untuk diintegrasikan dalam Satu Data .

Pada Aksi Konvergensi ke-7 difokuskan pada publikasi massif baik media sosial, media cetak maupun podcast rutin untuk menginformasikan progres penanganan dan mendorong partisipasi masyarakat. Terakhir, Aksi Konvergensi #8 menggambarkan capaian Pemerintah terhadap target Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN PASTI) yang secara umum telah melampaui target nasional.

Evaluasi kinerja tahunan terhadap indikator intervensi spesifik di menunjukkan bahwa terdapat beberapa capaian yang belum sepenuhnya memenuhi target. Salah satu indikator yang belum mencapai target adalah pemberian ASI Eksklusif kepada bayi usia kurang dari enam bulan, cakupan imunisasi dasar lengkap juga belum mencapai 100%.

Beberapa indikator lainnya yang menjadi fokus evaluasi meliputi pelayanan KB pasca persalinan, cakupan calon Pasangan Usia Subur (PUS) yang memperoleh pemeriksaan kesehatan, serta rumah tangga yang memiliki akses terhadap sanitasi layak, khususnya air limbah domestik.

Wali Kota muda ini, juga menjelaskan terus memperkuat praktik baik dalam penanganan dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal. Salah satu contoh unggulan adalah program GEMARIKAN (Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan). Sebagaimana balita memerlukan asupan tinggi protein.

Adapula program penempatan dokter spesialis anak di Puskesmas. Pelayanan dokter spesialis di puskesmas dilaksanakan 1 minggu sekali dengan melayani 10 balita terindikasi dari data balita weight faltering yang telah dilakukan intervensi spesifik di Posyandu tetapi tidak menunjukan perbaikan.

Maka Kelurahan dan TP PKK mengadvokasi keluarga balita untuk dirujuk ke Puskesmas. Apabila balita membutuhkan penanganan lebih lanjut, balita tersebut dirujuk ke RSUD untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Di akhir paparannya, Wali Kota menekankan bahwa upaya pencegahan dan percepatan penurunan di bukanlah semata menjadi tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat melalui pendekatan pentahelix.

Kolaborasi, inovasi, dan komitmen yang terus dijaga akan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan generasi sehat, cerdas, dan unggul menuju Indonesia Emas 2045. (uji/van)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Tanam Pohon dan Tebar Benih Ikan Warnai Peringatan Hari Bumi dan Hari Air Dunia di Kota Kediri':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO