Tersangka saat diinterogasi oleh petugas Polres Bangkalan.
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Insiden berdarah yang menewaskan 2 orang di dalam kamar sebuah rumah kos, Perum Griya Anugrah, Kelurahan Mlajeh, Kecamatan/Kabupaten Bangkalan, ternyata bermotif asmara.
Korban yakni Eka Fatmawati Dewi dan Agus Arifin, warga Dusun Kejawan Utara, Desa Kwanyar Barat, Kecamatan Kwanyar. Keduanya tewas di tangan Abdul Razak, suami sah dari Eka Fatmawati Dewi.
BACA JUGA:
- Sentuhan TMMD ke-128 Bangkalan di Rumah Pak Anis Hidupkan Asa di Tengah Kesederhanaan
- Polres Bangkalan Ringkus 5 Mafia Solar, Berawal dari Tumpahan Minyak yang Resahkan Warga
- Menteri PKP Tinjau Program BSPS di Bangkalan, Tekankan Agar Bedah Rumah Tepat Sasaran
- Perempuan Paruh Baya di Bangkalan Tewas, Anak Tiri Jadi Tersangka
Dalam pengakuannya pada penyidik, pelaku mengaku tega menghabisi nyawa keduanya dengan sebilah celurit, karena kalap melihat fakta istri yang disayangi bermain api dengan pria lain.
Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, mengungkapkan bahwa insiden berdarah dipicu masalah asmara. Kedua korban menjalin hubungan asmara, meski korban perempuan sudah bersuami.
"Pelakunya merupakan suami korban sendiri. Ia tega menghabisi nyawa istrinya karena diselingkuhi. Tersangka sudah kami amankan satu jam pasca kejadian," ungkapnya, Rabu (23/4/2025).
Di hadapan penyidik, tersangka bercerita bahwa istrinya sudah tidak di rumah sehari sebelum kejadian. Korban pamit keluar rumah pada anaknya, hendak membeli air.






