Monica Cinthya, I Gusti Made Ngurah Krisna dan I Gusti Ngurah Pramana saat ikrar baca dua kalimat syahadat dibimbing oleh KH Abdul Hamid Abdullah di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (14/3/2025). Foto: MMA/bangsaonline
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dua remaja kakak-beradik masuk Islam di Masjid Nasional Al Akbar Surabaya, Jumat (14/3/2025). Mereka adalah I Gusti Made Ngurah Krisna dan I Gusti Ngurah Pramana. Semula kakak-adik itu beragama Hindu. Namun kemudian mendapat hidayah sehingga sepakat menjadi muallaf.
Selain dua remaja laki-laki itu juga ada seorang cewek masuk Islam. Ia bernama Monica Cinthya. Sebelumnya Monica memeluk agama Protestan. Tapi kemudian merasa mendapat petunjuk sehingga masuk Islam.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Resmikan Mini Soccer Al Akbar Sport Center: Bagian dari Penguatan Fungsi Masjid
- Salat Idulfitri 1445 H di Masjid Al Akbar Bersama Keluarga, Begini Pesan Pj Gubernur Jatim
- Pelajari Islam 5 Tahun, Penganut Katolik Ini Akhirnya Masuk Islam
- Dituntun Qori' Afrika Selatan, Warga Rungkut Surabaya Ikrar Syahadat di Masjid Al-Akbar
Monica tampak terharu saat ikrar dua kalimat syahadat. Air matanya langsung mengalir. Bahkan saat didoakan susai melafalkan dua kalimat syahadat ia terus menangis.
Tiga muallaf itu ikrar dua kalimat syahadat dibimbing Imam Besar Masjid Al Akbar KH Abdul Hamid Abdullah. Kepada tiga muallaf itu, Kiai Abdul Hamid Abdullah berpesan agar konsisten melakukan shalat 5 waktu.
Menurut dia, shalat 5 waktu harus selalu dilakukan. “Kalau tak bisa berdiri, duduk. Kalau tak bisa duduk, sambil tidur. Bahkan salat sambil kedip-kedip pun harus dilakukan,” kata Kiai Abdul Hamid Abdullah.
Ia menegaskan bahwa masuk Islam harus sepenuhnya, tak boleh setengah-setengah, apalagi coba-coba. “Kalau sampean masuk Islam sepenuhnya maka hidupnya akan cerah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




