Ziarah ke Tempat Perang Badar, Bermain Pasir di Jabal Malaikat

Ziarah ke Tempat Perang Badar, Bermain Pasir di Jabal Malaikat Prof Dr KH Asep Saifuddin Chalim, MA foto bersama dengan jemaah umrah Auva Trarvel di monomen Syuhada' Perang Badar Arab Saudi. Foto: bangsaonline.com

Tokoh lain yang ikut dalam rombongan umrah bersama Kiai Asep adalah Dr Acmad Rubaie, Ketua Pencak Silat Tapak Suci Jawa Timur yang juga mantan anggota DPR RI, Moh Facruddin, Bendahara DPW PAN Jatim, Malik Effendi, Wakil Ketua PAN Jatim, dan Dr Fadly Usman, Wakil Rektor Universitas KH Abdul Chalim (UAC) Pacet Mojokerto.

Para tokoh itu lagi-lagi sangat terkesan saat Kiai Asep mengajak jemaah umrah ziarah ke tempat perang Badar. Yaitu lokasi perang yang sangat legendaris dalam sejarah Islam. Perang Badar terjadi pada 17 Ramadan 2 Hijriah.

“Pasukan Rasulullah SAW yang hanya 313 orang menghadapi 1.000 pasukan kafir Quraisy,” tutur Kiai Asep yang putra pahlawan nasional, KH Abdul Chalim Leuwimunding.

Namun atas izin Allah SWT pasukan Rasulullah menang telak. Terutama karena mendapat bantuan ribuan malaikat. Ghazwah atau perang besar ini sangat menentukan dalam perjuangan Islam.

Bahkan termaktub dalam Al Quran Surat Ali Imran ayat 123. Yang artinya, Dan sungguh, Allah telah menolong kamu dalam Perang Badar, padahal kamu dalam keadaan lemah. Karena itu, bertakwalah kepada Allah agar kamu mensyukuri-Nya.

Ribuan malaikat itu turun di sebuah gunung yang kemudian disebut Jabal Malaikat. Para malaikat itu membantu pasukan Rasulullah SAW sehingga ribuan kafir Quraisy itu kocar-kacir.

Kini Jabal Malaikat itu banyak diziarahi jemaah haji dan umrah. Gunung itu terdiri dari gumpalan pasir yang sangat indah. Sangat eksotik dan estetik. Sehingga sangat asyik dibuat bermain sembari merenungkan perjuangan Rasulullah dan para syuhada’ yang patriotik.

Ketika BANGSAONLINE naik ke atas gunung Malaikat itu tiba-tiba angin menyambar keras. Padahal saat itu malam hari. Sekitar pukul 8 malam waktu setempat. Pasir pun berterbangan.

Saking senangnya banyak jemaah umrah perempuan mendaki sambil bermain pasir. Bahkan ada yang merebahkan diri di atas pasir yang indah itu.

Dalam perang yang sangat monomental itu pasukan Rasulullah menang telak. Tapi 14 sahabat Rasulullah gugur sebagai syuhada’. Pantauan HARIAN BANGSA di lokasi, nama-nama 14 pahlawan Islam itu dibadikan dalam Monomen Syuhada Badar hingga sekarang. Mereka digelari sebagai Syuhada Ghazwah Badar.

BANGSAONLINE mencatat urutan pejuang Islam itu sesuai yang tertulis dalam monomen yang berdiri tegak di area perang Badar tersebut. Dalam monomen itu tercatat paling atas adalah nama Umair bin Abi Waqas.

Sahabat Rasulullah yang syahid saat remaja ini sangat fenomenal. Rasulullah semula melarang Umair ikut berperang karena usianya belum memenuhi syarat, masih anak-anak. Tapi semangat tempur dan keinginannya untuk menyongsong syahid tak terbendung. Akhirnya Rasulullah SAW mengizinkan. Dan Umair benar-benar wafat sebagai syahid dalam perang Badar.

Syuhada’ berikutnya dalah Shofwan bin Abi Wahab, Dzusy Syimalain bin Abdu Amr, Mihja’ bin Sholeh, ‘Aqil bin Abukair, Ubaidah bin al-Harits, Sa'ad bin Khaitsamah, Mubasysyir bin Abdul Mundzir, Haritsah bin Suraqah, Rafi' bin al-Mu'alla, Umair bin al-Hammam, Yazid bin Al Harits, Mu’awwidz bin Al Harits, dan ‘Auf bin Al Harits. Radliyallahu ‘anhum jamii’aa.

Monomen Syuhada' Perang Badar yang bertuliskan 14 pejuang atau pahlawan Islam itu berdiri tegak tak jauh dari makam para syuhada yang dipagari besi cukup tinggi. Para peziarah mengirim fatihah dan melantunkan doa dari luar pagar itu. (M Mas’ud Adnan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Sedekah dan Zakat Rp 8 M, Kiai Asep Tak Punya Uang, Jika Tak Gemar Bersedekah':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO