Tragedi Penusukan di Surabaya, Keluarga Korban Tuntut Keadilan

 Tragedi Penusukan di Surabaya, Keluarga Korban Tuntut Keadilan Ilustrasi. Foto: Ist

Berbagai spekulasi muncul terkait motif penusukan, termasuk dugaan masalah utang-piutang. Namun, Nurul menyatakan bahwa keluarganya tidak pernah mengetahui adanya penagihan utang dari Gus Firdil. 

"Ayah saya orangnya pendiam dan tidak pernah bercerita banyak," ungkapnya.

Munif Hariyanto dikenal sebagai penyedia jasa angkutan andong untuk wisatawan yang berziarah ke makam Sunan Giri, Gresik. Ia adalah sosok ayah yang sabar dan jarang mengungkapkan kesulitan kepada keluarganya.

Sementara itu, warga sekitar Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah, seperti Kumiati (60), mengungkapkan sisi lain dari Gus Firdil. 

"Dia sering mabuk-mabukan dan berkelahi. Bahkan, pernah membawa wanita simpanan ke kos-kosan saya," akunya.

Saat mencoba mengonfirmasi ke rumah Gus Firdil di Jalan Tanah Merah Utara IX, namun rumah tersebut tampak kosong tanpa penjagaan. 

"Sejak beberapa hari terakhir, tidak ada aktivitas di rumah itu," kata Kholik, petugas keamanan pondok pesantren. (rus)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Razia Balap Liar, Polrestabes Surabaya Amankan dan Proses Hukum Joki ':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO