Para jamaah umroh dari Situbondo saat foto bersama.
"Saya minta ke travel untuk memberikan kebebasan," ucapnya.
Menurut dia, akomodasi hotel biasanya bermasalah pada akhir dan awal tahun. Pengalaman banyak travel mengatur perjalanan jamaahnya agar tidak menghadapi masalah akomodasi ketika tiba di Makkah.
"Bulan Desember-Januari biasanya rame, sering mengalami kesulitan akomodasi hotel. Parahnya, ada broker kamar hotel yang dijual lagi. Untuk menghadapi itu, kita terpaksa menyiasati perjalanan, sebagian di Malaysia, Singapura. Lebih baik nunggu di perjalanan, tibanya di Makkah tak masalah," paparnya.
Saat umroh ini, ia menyatakan PCNU Situbondo menggelar rapat kerja (Raker) Haramain, yang dimaksudkan untuk memperolah barokah di dua kota suci. Dikatakan olehnya, perjalanan ke tanah suci tidak membutuhkan anggaran banyak, karena dilaksanakan secara sederhana.
"Soal materinya sudah rampung dibahas sebelumnya pra-raker di kantor PCNU, Pembukaannya di Madinah pada Kamis (15/1/2025), kita cuma duduk melingkar di kabun kurma, kemudian dilanjutkan di Makkah, untuk pembahasan dan pengesahannya di ruang restoran Hotel Ma'syarul Jiwal, pada Ahad (19/2/2025) malam.". pungkasnya. (sbi/mar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




