Telan Anggaran Rp200 Juta, Aplikasi Presensi E-Pakon Dikeluhkan ASN di Pamekasan

Telan Anggaran Rp200 Juta, Aplikasi Presensi E-Pakon Dikeluhkan ASN di Pamekasan Aplikasi E-Pakon

Sementara itu, Kepala Kabupaten Pamekasan Saudi Rahman membantah E-Pakon hanya bisa digunakan Android 14. Menurutnya spesifikasi E-Pakon mendukung Android 10.

Ia menyebut segala bentuk eror aplikasi yang terjadi pada handphone ASN memiliki banyak penyebab. Misalnya, ketersediaan jaringan internet yang kurang stabil dan lalu lintas (traffic) absensi ASN sebanyak 7.000 lebih yang bersamaan melakukan absen.

"Aplikasi E-Pakon dibuat dalam rangka upaya peningkatan disiplin ASN, terkait error teknis pada server sedang dalam pemenuhan dan perbaikan dan insyaallah saat ini sudah baik," ungkapnya.

Saudi juga menerangkan, pihaknya terus melakukan pembenahan dan penyempurnaan sistem dan apabila terjadi error pada handphone ASN.

"Sudah kami berikan kemudahan untuk melaporkan dan memberikan keterangan dengan absen manual yang kemudian dilaporkan melalui aplikasi kehadiran ke (by sistem)," ujarnya.

"Sekali lagi kami sampaikan, Aplikasi E-Pakon ini merupakan formulasi yang disiapkan untuk meningkatkan disiplin ASN walau demikian, terkait dengan kedisiplinan ASN kembali pada komitmen masing-masing (pribadi) ASN," pungkasnya. (dim/van

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO