Banjir Bandang di Tuban, Komisi 2 DPRD Soroti Keberadaan Tambang Ilegal

Banjir Bandang di Tuban, Komisi 2 DPRD Soroti Keberadaan Tambang Ilegal Tangkapan layar video yang viral di medsos ketika banjir bandang melanda Kecamatan Rengel, Tuban.

Untuk itu, lanjut Roni, setelah rapat bersama dinas terkait, pihaknya akan mengundang para pengusaha tambang, baik yang mengantongi izin maupun tidak.

Sebab, tak menutup kemungkinan tambang yang berizin pun melanggar aturan, antara lain tidak melakukan reklamasi pasca tambang yang berdampak pada rusaknya alam.

"Saya jadi teringat firman Allah surat Aarun ayat 41, dhoharol fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aidinnas, telah tampak kerusakan di bumi dan di laut karena perbuatan tangan manusia. Karena itu, kami akan terus mengawasi dan melakukan edukasi kepada pengusaha tambang agar kerusakan alam di bumi Tuban yang bisa mengakibatkan bencana tidak semakin parah," tutupnya. 

Diketahui, banjir bandang yang melanda Desa Rengel dan Maibit, Kecamatan Rengel, pada Sabtu (4/12/2025) sore, mengakibatkan jalan yang menghubungkan Tuban-Bojonegoro sempat terputus.

Sejumlah jalan antar desa juga dilaporkan tak bisa dilalui lantaran dipenuhi air bercampur lumpur yang mengalir deras. Peristiwa itu sempat membuat panik warga.

Kepala Desa Rengel, Mundir, mengatakan peristiwa banjir bandang sebelumnya pernah terjadi, tapi kali ini lebih parah. Debit air dan kencangnya arus dari perbukitan kapur membuat permukiman warga serta fasilitas umum menjadi terendam.

"Banyak permukiman warga yang terendam. Selain itu juga ada gedung sekolah dan jalan raya juga ikut terendam air. Selain itu, pasar hewan dan pasar desa juga terkena dampak banjir bandang," ungkap Mundir saat dihubungi, Minggu (5/1/2025).

Mundir menyebut ketinggian air sempat mencapai dada orang dewasa. Saking derasnya air, beberapa barang milik warga terbawa arus.

Menurutnya, air meluber ke jalanan dan menggenangi rumah warga karena sungai sudah tidak mampu menampung debit air. 

"Arus lalu lintas dari arah Tuban ke Bojonegoro sempat berhenti, karena akses jalan dipenuhi air bercampur lumpur dan material," paparnya.

Mundir menambahkan, sebelum terjadi banjir bandang, intensitas hujan memang sangat tinggi mulai pukul 15.30 hingga 19.00 WIB.

"Setelah banjir bandang agak surut, warga dibantu petugas telah membersihkan lumpur-lumpur dan material yang masuk ke pemukiman warga hingga di jalan raya," pungkasnya. (coi/rev)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Perahu Penyeberangan Tenggelam di Bengawan Solo, Belasan Warga Dilaporkan Hilang':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO